Salah Satu Pemimpin Kelompok Abu Sayyaf Terbunuh | Fokus | DW | 18.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Salah Satu Pemimpin Kelompok Abu Sayyaf Terbunuh

Abu Sulaiman, yang oleh Badan Investigasi AS disebut sebagai juru bicara kelompok Abu Sayyaf, tewas Selasa (16/01) di Pulau Jolo, Kepulauan Sulu, dalam kontak senjata dengan pasukan militer Filipina di dekat persembunyiannya.

Pasukan Filipina yang ditempatkan di wilayah Mindanao

Pasukan Filipina yang ditempatkan di wilayah Mindanao

Abu Sulaiman, yang oleh Badan Investigasi AS disebut sebagai Juru bicara kelompok Abu Sayyaf, tewas Selasa (16/01) di Pulau Jolo, Kepulauan Sulu, dalam kontak senjata dengan pasukan militer Filipina di dekat persembunyiannya.

Menurut militer Filipina, Abu Sulaiman alias Jainal Andel Sali merupakan perancang aksi teror dalam kelompok pemberontak di sekitar kepulauan selatan Filipina tersebut. Jendral Hermogenes Esperon, Kepala Staf Angkatan Darat Filipina menyatakan hal tersebut pada pers:

"Kami menyatakan kematian Jainal Andel Sali alias Abu Sulaiman alias sang insinyur. Sulaiman merupakan bagian logistik kelompok Abu Sayyaf sekaligus pemimpin kelompok teroris Abu Sayyaf."

Esperon menambahkan, warga desa Jolo, informan dan salah satu istri Sulaiman telah mengidentifikasi jenazah Sulaiman. Sulaiman merupakan salah satu pemimpin teroris yang paling dicari FBI dan pemerintah Filipina. Sang insinyur Abu Sayyaf tersebut mengklaim bertanggung jawab dalam peristiwa peledakan bom di atas feri di Teluk Manila tahun 2004 yang menewaskan lebih dari 100 penumpangnya. Selain itu, Sulaiman dituduh mendalangi penculikan tiga warga Amerika Serikat dan sejumlah wisatawan Filipina di Pulau Palawan tahun 2001.

Seorang tawanan dari Amerika Serikat dipenggal setelah disandera dan seorang lagi terbunuh dalam usaha penyelamatan para sandera. Sulaiman juga dicurigai terlibat dalam peristiwa pemboman di kota Zamboanga tahun 2002, yang menewaskan seorang serdadu Amerika Serikat. Juru bicara militer Filipina Kolonel Bartolome Bacarro mengatakan, kematian Sulaiman merupakan kemenangan telak melawan teror.

"Dengan melumpuhkan Abu Sulaiman, kami yakin terdapat kekosongan dalam kepemimpinan mereka dan ini merupakan aksi besar melawan Abu Sayyaf."

Pemerintah Amerika Serikat pernah menjanjikan lima juta Dollar imbalan kepada siapa yang berhasil menangkap Sulaiman. Kelompok Abu Sayyaf yang juga dikenal sebagai kelompok Al Harakat Al Islamiyah bertanggung jawab dalam aksi-aksi pemboman, pembunuhan, penculikan dan pemerasan dalam upaya mendirikan negara Islam di sebelah barat Mindanao dan dan Kepulauan Sulu.

Kelompok tersebut berbasis di Pulau Jolo, di sana kini ditempatkan tujuh ribu serdadu Filipina dan beberapa penasihat militer Amerika Serikat untuk memburu Abu Sayyaf. Dilaporkan, akhir-akhir ini mereka sedang memperluas jaringannya ke Malaysia dan Indonesia dan memiliki hubungan dengan Jemaah Islamiyah.