Rusia Tarik Dubesnya dari Georgia | Fokus | DW | 28.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rusia Tarik Dubesnya dari Georgia

Rusai dilaporkan menarik duta besarnya dari ibukota Georgia, Tiblisi sebagai akibat dari semakin besarnya ancaman terhadap keselamatan sejumlah ilmuwan Rusia. Selain itu, Moskow juga akan mengevakuasi sejumlah diplomatnya. Demikian keterangan resmi kementrian Luar negeri rusia hari kamis (28/9).

Presiden Georgia Mikhail Saakashvili, perintahkan penangkapan pejabat Rusia

Presiden Georgia Mikhail Saakashvili, perintahkan penangkapan pejabat Rusia

Menurut rencana, sebuah pesawat milik kementrian penanganan bencana akan diterbangkan ke Tiblisi hari Jumat untuk memulai evakuasi para diplomat Rusia. Penarikan tersebut dilakukan setelah pemerintahan Georgia menangkap sejumlah pejabat Rusia dengan tuduhan telah terlibat dalam lingkaran mata-mata yang dipimpin oleh seorang Agen Rusia.

Menurut pemerintahan Georgia, kelompok tersebut berusaha mencegah masuknya angkatan bersenjata Georgia ke organisasi pertahanan atlantik utara (NATO).

Menter Pertahanan Rusia, Sergey Ivanov menyebut penangkapan tersebut sebagai provokasi. Menurut Ivanov, tuduhan terhadap diplomat Rusia itu mengada-ada. Ia juga menambahkan, bahwa dirinya bahkan tidak akan kaget jika Georgia menuduh para pejabat Rusia ingin mencuri matahari dari langit.

Hubungan diplomasi antara Rusia dan georgia terus memanas sejak bertahun-tahun lalu. Kondisi ini semakin memburuk sejak dilantiknya Michail Saakascywili yang pro-barat sebagai presiden Georgia tahun 2003 lalu.

Sejak berakhirnya perang dingin tahun 1991, Rusia masih memiliki ribuan tentaranya di Georgia. Moskow berjanji, akan menarik pasukannya pada tahun 2008.