Rusia Tak Tanggapi Isu Energi Uni Eropa | Fokus | DW | 22.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rusia Tak Tanggapi Isu Energi Uni Eropa

Dalam kunjungan ke Moskow, Menlu Jerman antara lain mendesak agar kasus pembunuhan jurnalis Anna Politkovskaya dan bekas agen KGB Alexander Litvinenko segera dituntaskan.

Menlu Jerman tiba di Moskow

Menlu Jerman tiba di Moskow

Tuntasnya kedua kasus pembunuhan itu sangat penting bagi citra Rusia. Penyelesaiannya merupakan kepentingan Rusia. Demikian kata Menteri Luar Negeri Jerman, Frank Walter Steinmeier, usai pertemuannya dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov di Moskow.

Steinmeier juga memuji kerja sama Rusia dengan Inggris dalam penyelidikan kasus pembunuhan tersebut. Hal ini mendukung citra Rusia, yang di ajang internasional turut berperan mencari solusi konflik di Timur Tengah. Sebelumnya dalam konferensi pers bersama, Steinmeier juga menyatakan bahwa baik Jerman maupun Rusia ingin agar Kwartet Timur Tengah, yakni Rusia, Uni Eopa, Amerika Serikat dan NATO secepatnya bersidang guna membahas situasi Israel dan Palestina. Steinmeier mengatakan:

„Saya melihat ada kesepakatan, bahwa tahun depan kita harus bekerja lebih keras supaya pertemuan antara kwartet ini terselenggara secepatnya, kalau bisa di bulan Januari.“

Tema yang tampil alot pembahasannya adalah perdagangan energi. Tahun depan, kesepakatan kerjasama dan kemitraan antara Rusia dan Uni Eropa akan berakhir. Sampai sekarang Polandia yang memprotes embargo Rusia kepada sejumlah produknya, masih memblokir kemungkinan merundingkan kesepakatan baru. Steinmeier menuturkan:

„Pekerjaan kita ganda. Pertama, kita harus berusaha menghilangkan hambatan yang menyulitkan kesepakatan baru itu. Kedua, kita harus memikirkan bagaimana mengembangkan bentuk kesepakatan itu agar kemitraan dan kerjasama tersebut dimungkinkan.“

Menurut Steinmeier, dalam kesepakatan baru itu, prinsip dasar yang mengatur perdagangan energi antara Uni Eropa dan Rusia perlu dijabarkan dengan seksama. Jaminan pasokan, efisiensi ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup merupakan hal yang amat penting bagi Uni Eropa.

Di pihak lain Menlu Rusia, Sergej Lavrov menekankan keinginan negaranya mengembangkan kemitraan strategis Uni Eropa dan Eropa. Ia malah memuji hubungan bilateral Rusia dengan Jerman dan menunjuk kepada perdagangan Jerman dan Rusia yang saat ini mencapai lebih dari 30 milyar Euro. Sementara soal energi tadi sama sekali tidak ditanggapinya.

Di Moskow, Menlu Jerman Frank Walter Steinmeier juga bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun katanya, ia hanya menyampaikan ucapan selamat Natal dari Kanselir Jerman Angela Merkel dan mengundang presiden Rusia itu ke konferensi keamanan internasional di München pada Februari mendatang.