Rusia Pertimbangkan Sanksi Ekonomi bagi Iran | dunia | DW | 06.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rusia Pertimbangkan Sanksi Ekonomi bagi Iran

Kesabaran Moskow sudah habis. Sanksi ekonomi menjadi pilhan baru Rusia untuk menuntaskan konflik atom Iran.

Sergei Lavrov dan Condoleeza Rice

Sergei Lavrov dan Condoleeza Rice

Rusia kini tidak lagi akan menutup kemungkinan sanksi ekonomi dalam konflik atom Iran. Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Minggu (03/09) kepada sebuah kantor berita Rusia.

Lavrov lebih lanjut mengemukakan, haluan politik Moskow dalam konflik atom adalah untuk tidak menyebarluaskan senjata pembunuh masal, berikut teknologi yang memungkinkan pembuatannya. Oleh karena itu, Moskow akan memberikan sanksi yang sesuai jika dalam konflik atom, sikap Iran bersebrangan dengan Moskow.

Meskipun demikian, Moskow tetap akan memperhitungkan dampak internasional yang bisa ditimbulkan dari pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap Iran. Selain itu, Moskow bersikeras tidak akan menerima segala bentuk intervensi militer dalam penyelesaian konflik atom Iran.

Sebelumnya Iran mengabaikan batas waktu yang diberikan PBB yang jatuh pada tanggal 31 Agustus lalu dan tetap melanjutkan kegiatan pengayaan uraniumnya. Selama ini, Rusia bersikap lunak terhadap Teheran dalam soal kepemilikan teknologi nuklir. Sebagai catatan, Rusia juga turut membantu Iran dalam proyek pembangunan Reaktor nuklirnya.

Iklan