Rusia Ingin Tingkatkan Kerjasama dengan India | dunia | DW | 25.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rusia Ingin Tingkatkan Kerjasama dengan India

Kamis ini (25/01), Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke India.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Manmohan Singh

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Manmohan Singh

Sekitar 70 persen persenjataan militer India merupakan produksi Rusia dari masa Uni Soviet. Pemerintahan India memperkirakan, bahwa lima tahun ke depan, mereka akan mengeluarkan dana sekitar 10 milyar Dolar Amerika untuk anggaran belanja militer. Bagi pakar pertahanan India Uday Bhaskar masalahnya sudah jelas: India memerlukan Rusia, seperti juga halnya Rusia memerlukan India.

"Kunjungan Vladimir Putin memiliki tiga tujuan. Pertama-tama, Putin ingin secara politis menghidupkan kembali hubungan antara India dan Rusia. Kedua, ia tertarik dengan komponen strategi dan militer dan ketiga, tema pengamanan energi. Saya rasa, Rusia mampu memenuhi kekurangan energi di India, baik berkaitan dengan penggunaan energi atom atau juga masalah pemasokan minyak.“

Saat ini India sedang membangun dua reaktor atom dan beberapa reaktor lagi akan dibangun dengan bantuan Rusia. Tahun ini India diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen, dan sama seperti Cina, mereka juga terdesak mencari cara untuk mengamankan pemasokan energinya. Selain itu, India juga hendak membeli 126 pesawat tempur baru. Rusia ingin menawarkan model pesawat tempur mereka untuk India. Namun, Prancis, Swedia dan Amerika Serikat juga menawarkan produk mereka. Karena itu, menurut pakar politik Profesor Gerhard Simon dari Universitas Bonn, India dapat menentukan pilihan yang terbaik dengan tenang.

"Menurut saya, India saat ini berada dalam situasi politik yang menguntungkan, karena banyak yang menginginkannya. India adalah partner yang diinginkan oleh negara tetangga yang kecil dan besar. Diantaranya adalah Rusia, yang harus siap bahwa mereka bukanlah partner satu-satunya, namun masih banyak saingan lain.“

Untuk memperkuat kemitraan strategis antara Rusia dan India, tidak hanya hubungan politik yang penting. Hubungan di bidang ekonomi juga harus diperbaiki. Berikut pendapat pakar pertanahan Uday Bhaskar.

"Tantangan terbesar bagi India dan Rusia adalah perdagangan bilateral yang tumbuh amat lamban. Volume perdagangan bahkan belum pernah berlipat ganda, sementara perdagangan antara India dan Cina atau dengan Amerika Serikat meningkat secara drastis. Tapi saya rasa, pimpinan di pihak Rusia dan India tahu mengenai masalah ini. Namun, selama masalah ini tidak tuntas, tidak akan terealisasi apa yang ingin diraih Putin dengan kunjungannya.“

Hubungan antara India dan Rusia telah lama terjaga dengan baik. Namun beberapa pihak di Rusia secara skeptis memandang kedekatan baru antara India dan musuh lama mereka Amerika Serikat. Dalam kunjungannya di India bulan Maret tahun lalu, Presiden Amerika Serikat George W. Bush menandatangai perjanjian nuklir yang kontroversial. Di mana ia tidak hanya mengakui India sebagai negara adidaya nuklir, namun juga berjanji mendukung India dalam bidang senjata nuklir. Karena itu jugalah, Rusia ingin selangkah lebih maju dari Amerika, dengan memastikan India sebagai mitra mereka selain Cina.

Iklan