Rusia dan Cina Minta Iran Penuhi Tuntutan PBB | Fokus | DW | 27.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rusia dan Cina Minta Iran Penuhi Tuntutan PBB

Kedua negara ingin meningkatkan hubungan di segala bidang. Demikian disebutkan dalam deklarasi kunjungan Hu Jintao ke Rusia.

default

Pimpinan Rusia Vladimir Putin kelihatannya menemukan teman baru. Kunjungan tiga hari Presiden Cina Hu Jintao dipenuhi dengan suasana dan nada harmonis. Rusia dan Cina mengeluarkan deklarasi yang meminta Iran agar mengubah haluan dalam sengketa program atom. Deklarasi itu menyebutkan, Teheran harus melakukan segala hal untuk memenuhi tuntutan Perserikatan Bangsa Bangsa. Ditegaskan juga, sengketa program atom Iran harus diselesaikan dengan jalan damai.

Menanggapi perkembangan politik global, kedua kepala negara menyatakan menolak tata dunia unilateral di bawah pengaruh Amerika Serikat. Tentang kerjasama kedua negara, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Rusia ingin meningkatkan kerjasama dengan Cina dalam segala bidang. Sementara Presiden Cina Hu Jintao menyatakan, perlu dijalin hubungan strategis antara kedua negara yang punya potensi besar. Bagi Rusia, Cina adalah pelanggan terpenting untuk sektor senjata. Sekarang Cina ingin jadi mitra penting dalam sektor energi. Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin sudah menegaskan pentingnya membangun kemitraan dengan Cina.

Selama kunjungan tiga hari ke Rusia, Presiden Cina Hu Jintao menandatangani perjanjian perdagangan senilai lebih dari 3 miliar Euro. Rusia akan memasok pesawat tempur, roket dan kapal selam. Cina juga masih perlu banyak energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Saat ini Cina adalah pembeli minyak kedua terbesar dunia, sedangkan Rusia sudah menjadi pemasok minyak kedua terbesar dunia. Pemasokan energi ke Cina masih terhambat karena langkanya saluran pipa minyak dan buruknya sistem transportasi kereta api antara kedua negara. Tapi jika infrastruktur hubungan darat jadi lebih baik mulai 2010 mendatang, Cina akan menjadi pelanggan penting bagi Rusia.

Saat ini, volume dagang Cina dengan Rusia mencapai sekitar 30 sampai 35 miliar Euro per tahun. Tapi ini baru 2 persen dari volume perdagangan luar negeri Cina seluruhnya. Perdagangan luar negeri Cina masih didominasi oleh Amerika Serikat dan Jepang. Pengamat ekonomi Rusia Michail Titarenko menerangkan, investasi Cina di Rusia masih sangat kecil. "Investasi Cina di Rusia tahun lalu memang naik. Dulu sekitar 500 juta Dollar, sekarang 938 juta Dollar. Ini biasanya hanya bisnis skala kecil, misalnya di bidang restoran, dan perusahaan-perusahaan kecil yang bergerak di bidang teknologi rumah tangga.“

Rusia dan Cina ingin menggalakkan hubungan dagang sampai dua kali lipat dalam tiga tahun mendatang. Landasan hubungan dagang sudah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Shanghai, yang ditandatangani oleh Rusia dan negara negara Asia Tengah.