Rusaknya Habitat Harimau Sumatera | Sosial | DW | 11.03.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Sosial

Rusaknya Habitat Harimau Sumatera

Harimau bali dan harimau jawa telah mengalami kepunahan. Kini giliran harimau sumatera yang mengalami ancaman. Habitat mereka terus mengalami kerusakan akibat pembukaan lahan.

Tahun 1970 an jumlah harimau Sumatera masih 1000 an ekor, kini menyusut kurang dari 400 individu saja

Tahun 1970 an jumlah harimau Sumatera masih 1000 an ekor, kini menyusut kurang dari 400 individu saja

Sekitar seratus ribu hektar areal hutan produksi yang merupakan habitat bagi harimau Sumatera di Jambi mengalami kerusakan, akibat perambahan hutan. Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab maraknya konflik antara manusia dengan harimau sumatera dalam sebulan terakhir ini. Sudah lebih dari delapan orang tewas diterkam harimau sumatera, sebab hewan buas itu kesulitan mencari makanan di dalam hutan yang rusak itu. Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Riau. Padahal dua wilayah itulah kini yang selama ini diketahui menjadi habitat hariamu sumatera.

Jumlah harimau sumatera kini menyusut sekitar 400 an ekor saja. Bila tidak ditangani dengan serius, bukan tidak mungkin nasib harimau sumatera akan menyerupai harimau jawa dan harimau bali.

Wawancara dengan Desma Murni dari WWF Indonesia tentang nasib harimau sumatera.




Audio dan Video Terkait

  • Tanggal 11.03.2009
  • Penulis Ayu Purwaningsih
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/H9rS
  • Tanggal 11.03.2009
  • Penulis Ayu Purwaningsih
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/H9rS