Rumitnya Birokrasi Uni Eropa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 02.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Rumitnya Birokrasi Uni Eropa

Uni Eropa adalah monster birokrasi. Demikian pendapat banyak warga Eropa. Bagi kebanyakan masyarakat umum, urusan dengan institusi dianggap hanya merupakan beban.

default

Bagi sektor ekonomi setiap kertas yang berhubungan dengan birokrasi, berarti biaya dan waktu. Bagi Jerman dan Wakil Komisi Eropa Gunter Verheugen, mengurangi birokrasi merupakan sasaran yang ingin dicapainya.

Jika biaya urusan birokrasi yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan Eropa berkurang seperempatnya, maka keuntungan ekonomi anggota Uni Eropa sampai 5 tahun mendatang dapat naik sampai 150 miliar Euro. Itulah sebabnya Jerman sebagai ketua Dewan Eropa mencanangkan sasaran untuk mengurangi birokrasi. Salah satu wakil pemerintah Jerman di Brussel adalah Gunter Verheugen, yang menjabat wakil Komisi Eropa. Ini merupakan badan terpenting organisasi Uni Eropa.

Hampir 30 ribu pegawai negeri bekerja untuk berbagai institusi Uni Eropa di Brussel. Jumlah yang kecil jika dibandingkan dengan jumlah pegawai negeri yang duduk di institusi pemerintahan di kota-kota besar. Meskipun dikenal dengan kritiknya terhadap para pegawai negeri ini, Verheugen menerangkan: “Birokrasi tercipta tidak hanya oleh peraturan yang dibuat di Brussel.”

Sebab kadang kala birokrasi baru dibuat di masing-masing negara anggota Uni Eropa. Seperti misalnya peraturan anti diskriminasi di Jerman yang jauh melampaui garis pedoman yang ditetapkan Uni Eropa. Di sini tampak birokrasi adalah produksi negara anggota. Dan dalam kritik terhadap birokrasi di Brussel juga jangan dilupakan: Sesuatu yang berkenaan tentang garis pedoman Uni Eropa yang tiba di negara anggotanya, seringkali dipatahkan oleh wakil pemerintah di negara yang bersangkutan.

Meskipun demikian mereka yang menganggap Uni Eropa memproduksi terlalu banyak birokrasi, boleh gembira dengan konsep yang dipaparkan Gunter Verheugen di Brussel pekan lalu. “Sampai tahun 2012 bersama dengan Komisi Eropa, anggota Uni Eropa diwajibkan mengurangi biaya yang membebani perusahaan lewat prosedur birokrasi sampai 25 persen.”

Dengan menyederhanakan prosedur yang banyak menyulitkan perusahaan di negara anggota Uni Eropa, biaya yang ditimbulkan akibat birokrasi dapat dikurangi separuhnya. Demikian disampaikan Verheugen di depan para menteri ekonomi Eropa. Para pakar di luar Komisi Eropa akan dilibatkan untuk mewujudkan rencana tersebut. Rencana yang membuat Verheugen dimusuhi dan menjadi sasaran kemarahan selama beberapa bulan terakhir ini, karena ia melontarkan kritik tajam kepada jajaran pegawai negeri di Brussel. Verheugen juga membantah tuduhan, dengan mengurangi peraturan Uni Eropa bagi perusahaan akan berarti turunnya standar kualitas

“Standar di bidang sosial, keamanan, lingkungan hidup, perlindungan konsumen dan kualitas tetap tidak diganggu gugat. Hal yang akan dihapus hanyalah urusan kertas-kertas yang sungguh tidak perlu.”

Meskipun demikian di lingkungan Kementrian Ekonomi Eropa, tidak semua menyambut gembira usulan Verheugen. Pasalnya ia juga menargetkan penurunan 25 persen biaya birokrasi di setiap negara anggota. Sasaran ini terutama sulit terwujud di negara-negara anggota baru yang berada di Eropa Timur. Masih harus ditunggu apakah rencana kongkrit ini akan menjadi kenyataan.

Meskipun 90 persen dari warga Inggris mengaku tidak tahu benar tentang Uni Eropa, birokrasi Eropa yang mahal dan ajaib, juga menjadi anggapan kebanyakan warga Inggris tentang Uni Eropa. Hubungan Inggris dengan Uni Eropa selama ini memang kurang harmonis. Bukan tugas yang mudah bagi juru bicara Parlemen Eropa di Inggris Simon Duffíns.

“Tugas saya memiliki dua sisi: Saya menginformasikan kolega dan anggota Parlemen Eropa di Brussel tentang pemberitaan media Inggris. Dan di sisi lainnya saya memelihara hubungan dengan media massa Inggris, untuk menginformasikan kegiatan yang berlangsung di Parlemen Eropa dan memperbaiki citra Parlemen Eropa.”

Setiap pagi Simon Duffins duduk di meja kerjanya menyusuri pemberitaan harian-harian Inggris tentang Uni Eropa. Ternyata laporan media cetak Inggris tentang Eropa lebih banyak dari yang diduga. Walaupun memang Uni Eropa jarang menjadi judul utama. Namun sebenarnya Simon Duffins beranggapan, faktor pengganggu utama hanyalah birokrasi Uni Eropa, yang oleh media massa Inggris dicap mahal dan mengada-ada. Secara umum gambaran warga Inggris tentang Uni Eropa tidak terlau negatif. Dan berita dari Brussel tentang rencana pengurangan biaya birokrasi, mungkin dapat menambah nilai positif Uni Eropa bagi Inggris.

Iklan