Rumania dan Bulgaria Bergabung dengan Uni Eropa | Sosial | DW | 04.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Rumania dan Bulgaria Bergabung dengan Uni Eropa

Akhirnya Uni Eropa memberikan lampu hijau untuk menerima Rumania dan Bulgaria menjadi anggota baru mulai 2007.

Mulai Januari 2007, anggota Uni Eropa akan bertambah lagi

Mulai Januari 2007, anggota Uni Eropa akan bertambah lagi

Setelah penantian selama tujuh tahun, kedua negara tersebut akan resmi bergabung mulai Januari mendatang. Namun dengan persyaratan super ketat.

1 Januari 2007 menjadi akhir penantian Rumania dan Bulgaria. Pada tanggal itu, Komisi Eropa akan mengesahkan penerimaan kedua negara Balkan tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa. Pengumuman itu disampaikan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, yang menganggap hal ini merupakan langkah historis.

Sebelumnya kedua negara tersebut direkomendasikan akan masuk Uni Eropa lebih lambat yakni pada tahun 2008. Alasannya adalah lambannya reformasi dan tingginya tingkat korupsi. Kedua negara eks komunis itu memperoleh kesempatan untuk bergabung setelah Uni Eropa membuka kemungkinan perluasan keanggotaan di tahun 2004.

Sofia dan Bukarest bersuka cita. Namun pekerjaan rumah cukup besar menanti di depan mata. Sebelum secara resmi bergabung dengan Uni Eropa, Rumania dan Bulgaria masih harus memenuhi persyaratan yang ketat. edua negara Balkan itu akan dinilai upayanya dalam mengatasi korupsi dan kejahatan terorganisir, serta reformasi ekonomi, termasuk memperbaiki sistem bantuan pertanian. Bulgaria dan Rumania harus membenahi perekonomian mereka yang morat-marit.

Selama ini meski ada perbaikan, namun upah atau gaji para pekerja di Rumania dan Bulgaria tetap cuma sepertiga dari rata-rata negara-negara anggota Uni Eropa lainnya. Persyaratan yang diajukan lebih ketat dibandingkan dengan calon-calon sebelumnya. Komisi Eropa masih memberi kesempatan kedua negara untuk bebenah.

Selama tiga tahun Komisi Eropa akan mengawasi perkembangan kedua calon anggota baru tersebut. Ancamannya tak main-main. Bila tidak ada kemajuan yang cukup berarti, maka Komisi Eropa hanya akan membatasi kerjasama di bidang hukum dengan kedua negara. Masing-masing negara punya tugas reformasi

sendiri-sendiri. Selain memperkuat ekonomi, Bulgaria harus memperkuat lembaga hukumnya dengan lebih transparan dan efisien dalam proses peradilan. Termasuk penanggulangan korupsi dan kejahatan kelas kakap yang selama ini menggerogoti negara tersebut. Jaksa agung telah diganti. Sistem perundang-undangan sudah disesuaikan, namun Bulgaria masih bersusah payah dalam menangkal kejahatan terorganisir dan tindak korupsi. Kejahatan berat masih merajalela. Catatan itu disampaikan Komisaris Perluasan Wilayah Uni Eropa Olli Rehn.

Meski memang bukan perkara mudah, Perdana Menteri Bulgaria Serjev Stanischev berjanji akan berusaha memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut.

Sementara Rumania harus memverifikasi aset-aset pejabat senior negaranya. Kepala Badan Anti Korupsi Rumania Jaksa Daniel Morar mengatakan, hingga kini negaranya masih berjuang dalam memerangi angka korupsi yang tinggi.

Pekerjaan rumah yang mesti diberesi antara lain komputerisasi sistem perpajakan dan pemberian subsidi untuk petani. Komisi Eropa menuduh, baik Rumania maupun Bulgaria tidak cukup siap melaksanakan administrasi dan pembagian bantuan Uni Eropa dengan baik. Sampai akhir Maret 2007, Rumania dan Bulgaria harus membuktikan, bahwa subsidi yang dibayarkan Uni Eropa tidak mengalir ke kantong-kantong pribadi.

Jalan berliku kedua negara Balkan untuk bergabung dengan Uni Eropa tak hanya karena persoalan ekonomi dan hukum secara langsung. Namun juga masalah imigrasi. Selama ini, sudah banyak warga Rumania dan Bulgaria yang masuk secara gelap ke Inggris maupun negara Eropa lainnya. Jika secara resmi keduanya duduk di Uni Eropa, maka secara teoritis semua warga kedua negara tinggal mendaftar dan boleh bekerja di Eropa.

Negara Eropa yang khawatir diantaranya adalah Inggris. Partai oposisi konservatif belum-belum sudah langsung mengingatkan pemerintah agar warga kedua negara itu tidak langsung mendapat fasilitas seperti negara anggota Uni Eropa lainnya.

Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan, setelah Rumania dan Bulgaria, Uni Eropa sebaiknya tidak memperluas lagi keanggotaan jika belum mencapai kesepatakan tentang konstitusi. Saat ini pembahasan konstitusi Uni Eropa masih mengalami kebuntuan.

Segera setelah kedua negara ini masuk menjadi anggota baru, Uni Eropa akan membekukan perluasan keanggotaannya. Bila Uni Eropa melaksanakan kebijakan tersebut, maka Kroasia akan menjadi korban pertama, karena urutannya berada di belakang Rumania dan Bulgaria. Kroasia setidaknya tidak akan sendirian. Status lamaran keanggotaan Turki juga masih mengambang, sejak negara tersebut diumumkan sebagai kandidat resmi tahun 1999 lalu.