Rugi 9 Miliar Dolar, Boeing Akhirnya Hentikan Produksi 737 MAX | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 17.12.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Boeing MAX 737

Rugi 9 Miliar Dolar, Boeing Akhirnya Hentikan Produksi 737 MAX

Raksasa dirgantara AS, Boeing, akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi pesawatnya yang paling laris, 737 MAX. Boeing berjanji mempertahankan 12 ribu pekerjanya di pabrik 737 MAX.

Boeing mengumumkan keputusan itu hari Senin (16/12), setelah otoritas penerbangan AS Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan tidak akan mengeluarkan izin terbang kepada 737 MAX sampai tahun 2020.

Keputusan Boeing menghentikan produksi model 737 MAX diambil setelah dua pesawat itu jatuh dalam waktu lima bulan dan menewaskan semua penumpang beserta awaknya.

"Selama larangan terbang MAX, Boeing terus membuat pesawat yang baru dan sekarang ada sekitar 400 pesawat dalam penyimpanan," kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai hasil dari evaluasi yang sedang berlangsung ini, kami telah memutuskan untuk memprioritaskan pengiriman pesawat yang disimpan dan untuk sementara menghentikan produksi model 737 mulai bulan depan."

Boeing 737 MAX diproduksi di sebuah pabrik dekat Seattle di AS yang mempekerjakan 12.000 orang. Boeing telah menjamin bahwa tidak ada karyawan di sana yang akan kehilangan pekerjaan, meski beberapa harus dipindahkan atau diberikan pekerjaan baru.

Boeing 737 MAX am Boden (Reuters/L. Wasson)

Barisan pesawat Boeing MAX 737 yang didaratkan di Seattle, AS, 1 jJli 2019

Kerugian lebih 9 miliar dolar AS

Ratusan pesawat Boeing 737 MAX didaratkan tahun 2019 setelah berbagai negara mengeluarkan larangan terbang menyusul kecelakaan mematikan di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan sluruh 346 penumpang dalam kurun waktu lima bulan selama 2018 dan 2019.

Boeing selama ini masih berjuang untuk mendapatkan persetujuan dari para regulator untuk mengembalikan pesawatnya ke udara. Boeing juga menyatakan, perusahaan telah kehilangan lebih dari 9 miliar dolar AS (lebih dari Rp 125 triliun) karena larangan terbang itu.

Selama ini, Boeing terus memproduksi 42 pesawat 737 MAX baru setiap bulan sampai sekarang, meskipun pesawat-pesawat itu tidak bisa dijual karena tidak diizinkan melakukan penerbangan komersial.

Minggu lalu, FAA mengatakan mereka tidak akan memberikan izin terbang bagi 737 MAX sampai tahun 2020.

"Kami memiliki sejumlah hambatan yang belum selesai," kata Steve Dickson, administrator FAA, kepada komite transportasi di parlemen AS.

Penghentian produksi ini adalah yang pertama kali dilakukan Boeing dalam 20 tahun terakhir.

hp/ae (afp, rtr, dpa)