Roket Kassam dan Brigade Kassam | Sosial | DW | 12.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Roket Kassam dan Brigade Kassam

Siapa yang bersembunyi di balik pemberian nama Kassam?

Esseidin El-Kassam adalah pemimpin sebuah kelompok rahasia. Pada paruh pertama tahun 1930-an, Ia berjuang di wilayah Palestina yang dikuasai oleh Inggris melawan kekuatan Inggris dan juga melawan imigran Yahudi yang semakin bertambah. Kassam yang lahir di Lattakia, Suriah ikut serta pada pemberontakan tahun 1920-1921 di negara kelahirannya melawan kekuatan penguasa Prancis.

Di Suriah ia dijatuhi hukuman mati karena hal tersebut. Tetapi ia dapat menghindari pelaksanaan hukuman mati yang sudah dijatuhkan ini dengan melarikan diri ke wilayah Palestina yang dikuasai Inggris. Disana, di kota Haifa, mulai tahun 1921 ia bekerja sebagai imam dan guru pada sebuah sekolah Islam. Justru di Haifa tinggal berdampingan berbagai kelompok etnis dan kelompok-kelompok agama. Inilah pemicu munculnya masalah diantara mereka sendiri.

Di tahun-tahun berikutnya, Kassam mulai membangun sebuah organisasi gerilya. Dalam hal ini ia memanfaatkan sisi positif pekerjaannya di sekolah agama. Sebagian besar para anggota organisasi ini direkrut dari "Persatuan Kaum Muda Muslim“ yang didirikan tahun 1926. Mirip dengan organisasi fundamentalistis lainnya yang berdiri di negara-negara Islam Arab ketika itu, kelompok Kassam juga menikmati hubungan yang baik dengan semua lapisan masyarakat. Salah satu landasannya adalah pembangunan sebuah jaringan luas dari insitusi bantuan sosial melalui organisasinya. Contohnya adalah pembangunan sebuah sekolah malam untuk warga arab yang buta huruf.

Kassam mempunyai sebuah tujuan, sebuah seruan untuk revolusi. Ia hendak mencegah pendirian sebuah negara nasional kaum Yahudi di Palestina. Warga Palestina seharunya memimpin perjuangan mereka sendiri melawan imperialismus dan Zionismus, dan tidak menunggu bantuan dari luar. Kassam juga mengamati sebuah hal yang mencolok, bahwa negara-negara Arab lainnya hanya mengurusi masalah mereka sendiri dan tidak menolong rakyat Palestina.

Sampai tahun 1935, Kassam dan orang-orangnya beraksi secara rahasia. Awal 1935 mereka mulai melakukan aksi terbuka. Ketika jumlah imigran Yahudi semakin bertambah, dan ketika jelas bahwa kaum Yahudi didukung dan dipasok persenjataan oleh pemerintahan Inggris, ia memutuskan untuk mengadakan perjuangan bersenjata. Ia memimpin sebuah kelompok gerilyawan kecil di daerah pegunungan disekitar Haifa.

Terakhir kelompok Kassam dengan berani melakukan serangan di dekat pangkalan angkatan laut Inggris, tanpa memperhatikan kekuatan militer Inggris yang sangat besar. Tentu saja militer Inggris lebih kuat dan kelompok Kassam dikepung oleh angkatan bersenjata penjajah ini. Tetapi Kassam tidak menyerah kepada Inggris. Tahun 1935 Kassam terbunuh dalam suatu pertempuran.

Walaupun gagal, pemberontakan Kassam mempunyai arti penting, bahwa dalam hal ini perlawanan warga Palestina untuk pertama kalinya dapat menunjukkan dimensi nasional dalam politiknya.