Rice Kunjungi Beijing | Fokus | DW | 20.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rice Kunjungi Beijing

Li dan Rice sepakat bekerja sama mewujudkan semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir

Rice bersama Presiden Cina Hu Jintao

Rice bersama Presiden Cina Hu Jintao

Jumat (20/10) ini Rice bertemu dengan Menteri Luar Negeri Cina Li Zhaoxing. Keduanya berdiskusi mengenai masalah sengketa atom Korea Utara. Sejak semula Beijing menolak tegas menggunakan cara militer dalam upaya perlucutan senjata nuklir di Korea Utara. Menteri Luar Negeri Li mengatakan:

“Penyelesaian damai konflik atom Korea Utara menyangkut kepentingan semua pihak. Kami harap semua pihak yang terlibat dalam upaya penyelesaian konflik ini berkepala dingin, berhati-hati, dan bertanggung jawab. Dialog dan cara damai merupakan satu-satunya penyelesaian masalah ini.”

Cina paling mengkhawatirkan akan jatuhnya negara saudara seideologinya. Jika terjadi krisis bahan pangan dan kelaparan di Korea Utara, Cina menjadi tujuan pengungsi dari negara tetangganya itu. Para pakar memperkirakan sampai setengah juta warga Korea Utara bisa saja melintasi perbatasan antara Korea Utara-Cina yang banyak celahnya.

Selain itu posisi geografis Korea Utara sangat penting bagi Cina. Korea Utara berfungsi sebagai zona penyangga Cina untuk menahan tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di Korea Selatan. Jika pemimpin Korea Utara Kim Jong Il berhasil digulingkan, pasukan Amerika Serikat otomatis bisa berada hingga di perbatasan Cina.

Berbagai spekulasi terlontar bahwa Cina tidak akan melaksanakan kewajibannya mewujudkan sanksi PBB. Untuk itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat berangkat ke Beijing untuk memberikan peringatan:

“Menteri Luar Negeri Cina dan saya telah membicarakan pentingnya pelaksanaan resolusi PBB 1718, agar tidak akan terjadi pengiriman material nuklir ilegal ke Korea Utara.”

Dari perbatasan Cina-Korea Utara dilaporkan Cina melakukan pemeriksaan lebih ketat terhadap lalu lintas kendaraan pengangkut. Menteri Luar Negeri Cina Li Zhaoxing memastikan: “Sebagai anggota PBB dan sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, Cina juga akan tetap melaksanakan kewajibannya.”

Walau pun uji coba senjata nuklir telah membebani hubungan Cina dengan Korea Utara, pengaruh Cina dalam pemerintahan Pyongyang masih sangat besar. Cina menyalurkan energi dan berbagai bantuan terhadap warga Korea Utara. Beberapa hari lalu Presiden Cina Hu Jintao mengundang pemimpin Korea Utara Kim Jong Il ke meja perundingan. Media massa Korea Selatan melaporkan Kim Jong Il telah menyatakan siap melakukan kesepakatan damai resmi, jika Amerika Serikat tidak memberlakukan sanksi ekonomi dan menyayangkan dilakukannya uji coba nuklir Korea Utara. Tapi baik pemerintah Cina maupun Condoleezza Rice tidak membenarkan kabar itu.