Ribuan Orang Menuju Makam Saddam | Fokus | DW | 02.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Ribuan Orang Menuju Makam Saddam

Tetap ada kekuatiran pendukung Saddam memicu aksi kekerasan.

Nasib Saddam, karya seorang pematung pasir di India

"Nasib Saddam", karya seorang pematung pasir di India

Bagdad membuka hari pertama di tahun 2007 dengan desing peluru dan dentuman bom.

Stasiun televisi Arab melaporkan, enam orang tewas, dua diantaranya anak-anak, akibat aksi pemboman pesawat tempur AS terhadap kantor pusat Front bagi Dialog Nasional. Menurut militer AS, kantor itu digunakan sebagai tempat persembunyian anggota jaringan teror Al Qaedah.

Front bagi Dialog Nasional adalah partai oposisi yang mayoritas anggotanya warga Arab Sunni dan menduduki 9 kursi di parlemen. Rumah ketuanya, Saleh Al Mutlak dilempari tentara koalisi dengan granat.

Pemboman yang dilakukan tentara koalisi memancing amarah minoritas Arab Sunni di Irak. Lebih dari sekali.

Satu hal yang sudah pasti, eksekusi terhadap Saddam Hussein memperkuat dugaan bahwa itu adalah provokasi. Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan hari pertama perayaan Idul Qurban.

Banyak warga Syiah, yang sangat menderita di masa pemerintahan Saddam, memahami eksekusi itu sebagai revaluasi dari hari raya tersebut.

Tidak demikian halnya dengan kebanyakan warga Arab Sunni. Mereka mengecam, karena Idul Qurban menggambarkan saat-saat perdamaian.

Maka, aksi protes warga Arab Sunni di Irak bisa dimengerti. Mereka melihat pelaksanaan hukuman mati terhadap Saddam sebagai tindakan balas dendam terhadap mereka dan dilakukan di hari yang suci.

Para simpatisan Saddam Hussein mengadakan peringatan bela sungkawa dan aksi protes pada malam tahun baru dan keesokan harinya di Tikrit. Di kota asal Saddam itu mereka mendirikan tenda-tenda perkabungan dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

Aparat keamanan membarikade jalan-jalan, untuk meredam luapan pendukung Saddam ke makamnya di Al-Awja, sebelah selatan Tikrit.

Sementara di El Dur, yang juga termasuk wilayah Tikrit, ratusan pendukung partai Baath yang dulu dipimpin Saddam dan secara resmi telah dibubarkan, menggelar demonstrasi. Mereka mengacung-acungkan foto Saddam dan mengelu-elukannya sebagai martir.

Sebagian di antara mereka terlihat membawa senjata, namun sejauh ini polisi tidak mengambil tindakan apa-apa.

Aksi protes warga Sunni juga terjadi di Samarra, Senin malam. Para demonstran membuka paksa jalan masuk ke Mesjid Askariya, salah satu tempat tersuci kaum Syiah.

Mereka menggotong peti mayat dengan foto Saddam, melewati reruntuhan mesjid yang rusak berat akibat serangan bom Sunni Februari lalu.

Di hari pertama tahun 2007, polisi juga melaporkan ditemukannya 40 jenazah di Bagdad, dalam keadaan kaki terikat dan mata tertutup. Semuanya mati ditembak.

Menurut catatan resmi, kekerasan di Irak sepanjang tahun 2006 telah memakan korban lebih dari 16 ribu orang. 85% diantaranya adalah warga sipil.