Rezim Militer di Myanmar Tampilkan Aung San Suu Kyi di Pengadilan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 24.05.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Myanmar

Rezim Militer di Myanmar Tampilkan Aung San Suu Kyi di Pengadilan

Pertama kali sejak ditahan, rezim militer Myanmar menampilkan pemimpin politik dan tokoh partai liga demokrasi NLD Aung San Suu Kyi di pengadilan. Kepada pengacaranya Suu Kyi mengatakan, NLD akan tetap eksis.

Aksi mendukung Aung San Suu Kyi di Bangkok, Februari 2021

Aksi mendukung Aung San Suu Kyi di Bangkok

Tokoh politik Myanmar yang ditahan rezim militer, Aung San Suu Kyi, hari Senin (24/5) untuk pertama kalinya ditampilkan untuk mengikuti proses pengadilannya.

Dalam sidang pengadilan tatap muka itu, Aung San Suu Kyi mengatakan kepada pengacaranya bahwa Liga Nasional untuk Demokrasi NLD akan "tetap eksis selama orang-orang eksis," sekalipun junta militer sudah mengancam untuk membubarkan partai. NLD adalah partai pemenang pemilu pada Oktober 2020 dengan perolehan suara jauh di atas partai bentukan militer.

Militer Myanmar merebut kekuasaan 1 Februari lalu dengan dalih bahwa Aung San Suu Kyi melakukan manipulasi hasil pemilu. Sejak itu, gelombang protes terus bermunculan sekalipun menghadapi penindasan brutal oleh aparat keamanan. Menurut kelompok pemantau lokal, lebih 800 orang tewas ketika militer menghadapi demonstrasi dengan kekerasan senjata.

Inilah untuk pertama kalinya, Aung San Suu Kyi yang pernah memenangkan penghargaan ditampilkan kepada publik. Pengacaranya Min Min Soe mengatakan kepada kantor berita AFP, kliennya terlihat "sehat dan percaya diri sepenuhnya" selama pertemuan selama 30 menit itu.

Aung San Suu Kyi memberikan suara pada pemilu Myanmar, Oktober 2020

Aung San Suu Kyi memberikan suara pada pemilu Myanmar, Oktober 2020

Suu Kyi dikenai serangkaian dakwaan kriminal

Selanjutnya Min Min Soe mengatakan, Suu Kyi " berharap rakyatnya tetap sehat sekaligus menegaskan bahwa NLD akan ada selama ada masyarakat, karena (NLD) didirikan untuk rakyat.”

Aung San Suu Kyi didakwa dengan serangkaian tuduhan kriminal, termasuk melanggar pembatasan virus corona selama kampanye pemilihan umum tahun lalu. Dia juga didakwa memiliki walkie-talkie tanpa izin.

Selama penampilan Suu Kyi di pengadilan, pengaamanan di ibu kota Naypyidaw sangat ketat, kata koresponden AFP. Jalan menuju gedung pengadilan yang dibangun khusus diblokir oleh truk polisi.

Kasus hukum Aung San Suu Kyi sempat tertunda berminggu-minggu dan dia tidak bisa ditemui oleh pengacaranya.

Sidang pengadilan berikutnya ditetapkan pada 7 Juni, kata Min Min Soe. Dia juga mengatakan telah bertemu dengan presiden Win Myint yang digulingkan dan ditahan bersama dengan Suu Kyi.

Junta sebut pemerintahan bayangan sebagai "kelompok teror"

Pemimpin Junta Jenderal Min Aung Hlaing ketika memberikan wawancara kepada Phoenix Television di Hong Kong minggu lalu mengataakan, Aung San Suu Kyi "telah melakukan semua yang dia bisa" untuk memenagkan pemilu.

Sekelompok anggota parlemen yang digulingkan - banyak dari mereka sebelumnya adalah bagian dari NLD - telah membentuk pemerintahan bayangan "Pemerintah Persatuan Nasional". Militer Myanmar kemudian menyatakan kelompok itu akan diklasifikasikan sebagai "kelompok teror".

Kekerasan yang terus berlanjut telah mendorong beberapa gerakan anti-junta untuk membentuk apa yang disebut "Pasukan Pertahanan Rakyat" (PDF) di kota-kota mereka sendiri - terdiri dari warga sipil yang melawan pasukan keamanan dengan senjata rakitan.

Hari Minggu (23/5) dineritalan terjadi pertempuran sengit antara pasukan junta dan Partai Progresif Nasional Karenni - sebuah kelompok etnis bersenjata dengan benteng di negara bagian Kayah di pinggiran timur Myanmar.

hp/vlz (afp, ap, dpa)

Laporan Pilihan