1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Restorasi Benda Bersejarah

22 Juni 2016

Melindungi benda bersejarah bukan perkara mudah. Museum biasanya harus menggunakan teknologi teranyar untuk menjaga dan merestorasi artefak berusia ratusan tahun agar bisa dinikmati generasi mendatang.

https://p.dw.com/p/1JB40
Foto: Robert Vanis

Restorasi Benda Bersejarah dengan Teknologi Modern

Langkah pengamanan di Musem Seni Dresden serupa seperti di ruang penyimpanan barang berharga di bank. Setiap pengunjung harus melewati pemeriksaan ketat.

Direktur museum butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun koleksi bersejarah ini. Di seluruh dunia, ini adalah satu-satunya kamar harta bangsawan era Barock yang masih utuh. Dibangun dengan inspirasi kemewahan oriental.

Ratusan karya seni bersejarah yang mahal dan terbuat dari emas, perak atau batu mulia. Prof. Dirk Syndram, Direktur Museum Grünes Gewölbe (Kubah Hijau): "Semua benda yang anda lihat disini adalah warisan budaya dunia. Sesuatu yang unik, seperti kamar harta ini jarang ada di tempat lain."

Salah satu benda paling istimewa dari koleksi seni di Museum Dresden ini adalah sebuah tenda dari Turki yang dibuat dengan tangan. Sebuah kerajinan tangan oriental tingkat tinggi.

Tenda seluas 65 meter persegi dengan lebih dari 40.000 bunga sulaman serupa mimpi yang terbuat dari emas dan sutera. Cuma melalui sebuah bengkel tekstil spesial warisan berharga seperti ini bisa direstorasi.

Hingga lima lapis kain sutera dan ornamen kulit yang disepuh emas disusun bertumpuk oleh para penjahit. Disini mereka berupaya memperkuat sulaman yang telah berusia 400 tahun. Materi yang ringkih ini tidak memaafkan kesalahan sekecil apapun. Hampir lima tahun dibutuhkan untuk mengembalikan kegemilangan tenda seperti ratusan tahun yang lalu.

Di bengkel lukisan milik museum di Dresden sebuah lukisan minyak berusia 400 tahun sedang direstorasi. Karya ini nyaris rampung. Tapi sebelum melanjutkan pekerjaan rumit itu, para restorator ingin mencari tahu bagaimana si pelukis membuat lukisannya itu.

Mereka menganalisa lukisan dengan teknologi modern. Sebuah kamera infra merah menerangi cat minyak dan mengungkap rahasia lukisan tersebut. Hasil rekaman menyibak detail-detail yang mengagumkan.

Tim restorasi menemukan sketsa tak kasat mata karya pelukis. Prof. Marlies Giebe, pimpinan restorasi lukisan: "Kita melihat apakah pelukis membutuhkan contoh gambar atau ia melukis secara bebas dan apakah ada coretan yang ia hapus. Menemukan sketsa semacam itu adalah sesuatu yang istimewa buat sejarah seni dan proyek restorasinya."

Sinar rontgen juga membantu mengungkap rahasia lain lukisan ini. Teknologi ini menjamin analisa gambar yang lebih akurat. Dengan hasil analisa teknologi tinggi, kotoran pada permukaan lukisan bisa dibersihkan. Hanya lapisan terluar yang boleh dihapus dan diperbaharui. Cuma dengan pengetahuan dan campuran kimia yang tepat restorator bisa mencegah kerusakan karya seni berharga ini.

Untuk memperbaiki bagian yang rusak restorator harus membubuhkan cat baru dengan sangat akurat. Warna pun harus persis sama dengan cat aslinya. Kesalahan kecil sekalipun bisa berakibat fatal. Prof. Marlies Giebe: "Tugas kami adalah menjaga koleksi seni untuk generasi mendatang. Kami menganalisa lukisan asli dengan sangat mendetail sehingga kami tahu bagaimana cara pembuatannya dan mengungkap rahasia yang tersimpan di dalamnya."

Ini tantangan yang sangat berbeda untuk tim restorasi. Jam astronomi ini berasal dari abad ke16 dan mampu menunjukkan pergerakan planet secara akurat - sebuah mahakarya di bidang mekanik. Untuk merawat dan membersihkan jam, para spesialis harus membongkar 2000 komponen sukucadang mesin.

Sebuah animasi tiga dimensi membantu restorator memahami mekanisme jam yang sangat rumit. Bersama pakar teknologi informasi dari Universitas Teknik dan Ekonomi, mereka mengukur jam tersebut. Baru setelahnya terlihat bagaimana masing-masing roda gigi berkorelasi satu sama lain. Sedemikian akuratnya, jam ini bisa memprediksi pergerakan planet selama 31 tahun dengan selisih cuma satu jam.

Setiap komponen diperiksa dengan seksama. Disini pakar restorasi menemukan bagian yang rusak. Dengan mikroskop berresolusi tinggi, merka mencari tahu seberapa parah kerusakannya. Citra mikroskop memberikan gambaran akurat, bahwa kerusakan cuma terjadi di permukaan dan bisa dibersihkan dengan cairan spesial.

Lothar Hasselmeyer adalah anggota tim restorasi: "Restorasi sangat menyenangkan karena saya bisa memegang dan merawat karya seni yang langka. Kami misalnya mengetahui seberapa besar usaha penciptanya untuk merampungkan karya ini. Tidak ada pengunjung museum yang bisa berada sedekat itu dengan karya seni."

Mewariskan karya seni untuk generasi mendatang membutuhkan pengetahuan luas dan upaya yang besar. Sebuah tugas tanpa henti yang hasilnya bisa dinikmati oleh pengunjung museum setiap hari.

Restorasi Benda Bersejarah dengan Teknologi Modern