1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Respons Mensesneg-Menteri PUPR soal Buruh Demo Tolak Tapera

Detik News
6 Juni 2024

Massa buruh berencana menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara terkait penolakan terhadap tabungan perumahan rakyat (Tapera). Mensesneg Pratikno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono merespons singkat terkait Tapera.

https://p.dw.com/p/4giAa
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri PUPR Basuki HadimuljonoFoto: Levie Wardana/DW

Massa buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta terkait penolakan terhadap tabungan perumahan rakyat (Tapera) hari ini. Mensesneg Pratikno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono buka suara.

Pratikno tidak merespons spesifik terkait demo tersebut. Pratikno hanya mengatakan kalau program Tapera itu terkait dengan Kementerian PUPR dan Kemenaker.

"Itu kementeriannya siapa ya? Kementerian PUPR ya? Ya kan ketenagakerjaan ya. Pembicaraan lintas kementerian/lembaga lah nanti," kata Pratikno di Kompleks Kemensetneg, Jakarta, Rabu (6/6/2024).

Pratikno enggan berkomentar soal demo tersebut. Ia akan mengecek ke kementerian/lembaga terkait.

"Nanti saya cek ya. Ke K/L terkait. Jangan sampai kita enggak tahu kan, yang tahu kan kementerian terkait," ujarnya.

Basuki pun enggan memberikan komentar. Plt Kepala Otorita IKN ini hanya menyebut kalau demo memang kerap terjadi di mana-mana.

"Kan demo di mana-mana," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Jangan lewatkan konten-konten eksklusif berbahasa Indonesia dari DW. Ayo berlangganan gratis newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!

Sebelumnya, massa buruh akan menggelar unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Unjuk rasa itu terkait penolakan terhadap tabungan perumahan rakyat (Tapera).

"Aksi unjuk rasa ribuan buruh menolak Tapera di Istana pada tanggal 6 Juni 2024," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangannya, Kamis (5/6).

Titik kumpul aksi berada di depan Balai Kota DKI Jakarta. Sementara tujuan akhirnya yakni Istana Negara.

Sejumlah tuntutan akan dilayangkan oleh massa buruh, di antaranya menolak PP Tapera, tolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahal, tolak KRIS BPJS Kesehatan, tolak Omnibuslaw UU Cipta Kerja, dan hapus out sourching tolak upah murah. (pkp)
 


Baca selengkapnya di:detiknews

Respons Mensesneg-Menteri PUPR soal Buruh Demo Tolak Tapera