Rencana Pemerintah Koalisi Israel | Fokus | DW | 05.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rencana Pemerintah Koalisi Israel

Setelah terbentuknya pemerintahan koalisi Israel, Perdana Menteri Ehud Olmert menyampaikan programnya di parlemen.

Olmert: jika disepakati partner koalisi, Israel akan mundur dari wilayah Tepi Barat.

Olmert: jika disepakati partner koalisi, Israel akan mundur dari wilayah Tepi Barat.

Kecuali dari empat daerah pemukiman besar, yang tetap menjadi wilayah kekuasaan Israel. Pengecualian ini penting, karena menjamin 'eksistensi Israel sebagai negara', demikian dikatakan Olmert. Namun ia juga menyadari, bagi penduduk yang dipaksa untuk mengungsi sangatlah berat untuk meninggalkan daerah tersebut, karena selama ini mereka meyakini wilayah Tepi Barat merupakan kekuasaan Israel sepenuhnya. Tapi penyelesaian masalah di kawasan itu lebih penting; Olmert menambahkan.

Bersamaan dengan pernyataan tadi, Olmert menerangkan, bahwa keempat pemukiman tersebut - yang 2/3 dari 250.000 penduduknya merupakan warga Yahudi - tetap merupakan bagian dari negara kedaulatan Israel. Ia melanjutkan, pemerintahannya hanya bersedia berunding dengan pemerintah otonomi Palestina, jika Palestina mau berpegang pada prinsip Roadmap. Untuk itu, Palestina hendaknya melakukan perubahan yang mendasar, seperti mengakui eksistensi Israel sebagai negara.

Perdana Menteri Olmert secara tegas menolak berunding dengan pemerintahan Hamas Palestina. Menurutnya, pemerintah Palestina yang dipimpin oleh organisasi teror bukan merupakan partner perundingan. Sehingga Israel memutus semua hubungan dengan pemerintah otonomi Palestina. Sekalipun Israel tidak berhubungan lagi dengan Palestina, negara itu tanpa Palestina pun mampu menentukan perbatasan Israel dengan tepat.

Pembangunan pagar pengaman yang akan memisahkan Israel dengan Palestina, sudah sepertiganya selesai dibangun. Perdana Menteri Israel menjamin, akan memenuhi ketentuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sepersepuluh pagar tersebut harus melewati kawasan Tepi Barat Yordan.