Reaksi atas pidato Bush | Fokus | DW | 11.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Reaksi atas pidato Bush

Bush Rabumemutuskan untuk menebus kesalahannya dalam strategi Irak dengan mengirim tambahan 21.500 prajurit.

Warga Basra, Irak, menyimak pidato Bush

Warga Basra, Irak, menyimak pidato Bush

Kebanyakan rakyat Amerika Serikat sendiri keberatan dengan politik Irak terbaru ini. Pemimpin Parlemen Amerika Serikat Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Harry Reid setelah pidato Bush mengatakan, bahwa „menambah keterlibatan militer Amerika Serikat di Irak merupakan pesan yang salah dan kami keberatan akan hal ini.“

Sedangkan reaksi yang datang dari negara-negara lain terdengar berbeda-beda. Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett menerima strategi baru Presiden Bush tetapi Inggris tidak merencanakan untuk menambah pengaruh militernya di Irak. Menurut Beckett keputusan ini memperlihatkan, bahwa Bush tetap ingin agar pemerintahnya mengamankan situasi disana, terutama di Baghdad. Inggris sendiri ingin mengembalikan tanggung jawab kepada Irak secara bertahap dan akan menarik sebagain dari 7000 pasukannya dari selatan kota Basra akhir tahun ini jika operasi keamanan disana sukses.

Di Timur Tengah banyak orang meramalkan bahwa Amerika Serikat akan gagal dalam memecahkan siklus kekerasan ini dengan menambah pengiriman pasukan ke Irak. Contohnya politisi Irak Kurdi Mahmud Othman yang merasa skeptis tentang rencana baru Bush

„Saya pikir tidak ada banyak hal baru dalam rencana ini. Selain memang dibilang: pengiriman pasukan tambahan. Ini tidak akan punya banyak akibat karena asal dari masalahnya ada di politik. Ini adalah masalah perbedaan dari para pemimpin politik dan pemimpin agama. Dan kalau mereka tidak dapat memutuskan untuk mengesampingkan perbedaan mereka, penambahan pasukan juga tidak akan dapat membantu. Saya sangat yakin tentang hal ini.“

Tetapi pemerintahan Syiah di Bagdad menganggap rencana Bush ini sebagai hal yang positif. Juru bicara kepresidenan Nuri al-Maliki menyambut baik rencana baru ini. Tetapi menurutnya, rencana ini hanya dapat dilakukan dengan bantuan rakyat Irak sendiri.

Berlin masih bersikap menahan diri dalam memberikan reaksinya terhadap pidato Bush, karena Jerman sebenarnya juga sudah menolak segala keikutsertaan dalam pengiriman pasukan ke Irak. Karsten Voigt, koordinator pemerintah Jerman untuk hubungan Jerman-Amerika Serikat, berkomentar secara diplomatis

„Menurut saya, kita harus berharap agar presiden Amerika Serikat meraih kesuksesan. Saya sendiri merasa skeptis bahwa ia akan meraih kesuksesan yang ia inginkan. Ia menginginkan Irak yang demokratis, stabil dan yang dapat memberikan kontribusi untuk stabilisasi wilayah sekitarnya. Bush sangat berpegang teguh kepada tujuannya ini. Saya sendiri masih ragu apakah tujuan dengan ukuran sebesar ini masih realistis.“