Reaksi Amerika Serikat atas Perintah Penangkapan Anggota CIA | Fokus | DW | 01.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Reaksi Amerika Serikat atas Perintah Penangkapan Anggota CIA

Pengadilan München mengeluarkan perintah penangkapan 13 orang tertuduh penculik Khaled el Masri, yang diduga anggota CIA. Bagaimana reaksi di Amerika Serikat?

Khaled el Masri

Khaled el Masri

Tahun baru 2004 di perbatasan Macedonia, Khaled el Masri yang sedang dalam perjalanan pulang liburan diculik, kemudian ditahan di Afghanistan. Kecaman terhadap Dinas Rahasia Amerika Serika, CIA, berkaitan kasus penculikan Khaled el Masri, bukannya tidak diketahui pemerintahan George W. Bush. Namun sampai kini belum ada pernyataan resmi. Sebelumnya baru Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleeza Rice yang pernah mengatakan bahwa ada suatu kesalahan yang terjadi. Dilaporkan, hal itu diutarakannya dalam pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Namun apa bentuk kesalahan itu, tidak dibahas.

Sekarang, juru bicara Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat, Sean McCormack, bahkan tidak bersedia menerangkan sejauh itu. Walaupun ia mengaku sudah mendengar tentang perintah penangkapan yang dikeluarkan pengadilan München terhadap 13 tertuduh penculik dan penyiksa Khaled el Masri.

"Saya pikir, orang-orang kami belum punya waktu untuk meneliti permasalahannya. Perintah penangkapan itu dikeluarkan oleh sebuah pengadilan lokal, dengan begitu kasus ini belum sampai ke tingkat pemerintahan. Kami masih harus menelitinya secara detil."

Demikian ungkap Sean McCormack, jurubicara Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat. Ia juga tidak khawatir bahwa perkembangan kasus el Masri nantinya akan mengubah hubungan Amerika Serikat dengan Jerman.

Komentar juga tidak terdengar dari pihak CIA, yang sampai sekarang belum mengakui keterlibatannya dalam penculikan El-Masri. Sementara itu, kritik sudah terdengar sejak akhir 2006, ketika Khaled el Masri, warga Jerman keturunan Lebanon itu menuntut naik banding saat pengadilan Virginia di Amerika Serikat menolak untuk menangani kasusnya dengan alasan membahayakan keamanan nasional. Organisasi non pemerintah hak azasi manusia Amerika Serikat, ACLU, memprotes keputusan itu. Anthony Romero dari ACLU mengatakan:

"Kami tidak bisa menerima pernyataan bahwa penganiayaan el Masri bukan urusan pengadilan, itu bukan cara bangsa Amerika. Menurut kami ini merupakan kegagalan politik pemerintahan Bush."

Lepas dari itu, Harian Amerika Serikat New York Times menulis, kasus El Masri merupakan tantangan hukum terberat dalam penyelidikan tentang pemindahan tahanan-tahanan gelap CIA. New York Times lebih jauh menilai, kemungkinan sangat kecil bahwa tertuduh akan dihadapkan ke sebuah pengadilan Jerman. Disebutkan, pemerintahan Amerika Serikat tidak mungkin menyerahkan mereka.

Hal itu tentunya tidak berarti, bahwa para tertuduh ini tidak bisa ditangkap ketika berada di luar Amerika Serikat. Kenyataan ini tampaknya membuat resah banyak anggota CIA. Belakangan ini banyak diantara mereka yang menolak penugasan dalam operasi yang ilegal, dan mulai berlangganan asuransi bantuan hukum.