Rapat Koordinasi Bantuan Gempa di Jenewa | Fokus | DW | 29.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rapat Koordinasi Bantuan Gempa di Jenewa

Badan-badan bantuan PBB mengadakan pertemuan khusus di Jenewa hari senin (29/08) untuk membahas koordinasi bantuan gempa di Yogyakarta dan sekitarnya.

Bantuan lebih lancar setelah bandara Adisutjipto kembali berfungsi penuh

Bantuan lebih lancar setelah bandara Adisutjipto kembali berfungsi penuh

Juru bicara bantuan kemanusiaan PBB, Elibath Byrs menerangkan, kantor koordniasi bantuan kemanusiaan PBB, OCHA, sudah mengirim tim pemantau ke Yogyakarta. Tim ini akan menyimpulkan apa saja yang segera dibutuhkan di lokasi bencana. Tim itu sudah dikirim begitu ada permintaan resmi dari pemerintah Indonesia hari Minggu malam, demikian Elisabeth Byrs. Tim tersebut adalah tim siaga bantuan kemanusiaan yang memang khusus memantau situasi di Asia.

Pertemuan para koordinator bantuan kemanusiaan PBB dilakukan di Jenewa hari Senin (29/08) diikuti oleh semua jajaran lembaga terkait. PBB melakukan persiapan membantu sekitar 200.000 orang yang kehilangan tempat tinggal. Tim bantuan internasional yang sudah tiba di lokasi bencana menerangkan, beberapa rumah sakit darurat sudah berfungsi.

Hari minggu kemarin, bantuan pangan PBB, WFP, sudah mulai membagikan bahan makanan di kawasan Bantul dan Klaten yang mengalami kerusakan parah. Direktur WFP James Morris menerangkan, situasi ini merupakan tragedi bagi banyak orang. Gempa terjadi di Indonesia yang baru saja mengalami begitu banyak bencana alam. WFP menyiapkan suplai awal sekitar 30 ton bantuan darurat. Organisasi untuk migrasi, IOM, juga mulai membagikan sekitar 35 ton bahan makanan, air dan obat-obat-an.

Penyaluran bantuan makanan awalnya mengalami hambatan karena kesulitan logistik. Banyak korban gempa mengeluh belum mendapat bantuan apa-apa. Tapi organisasi-organisasi internasional menerangkan, penanganan kondisi darurat kali ini oleh pemerintah pusat jauh lebih baik dari yang sudah-sudah. Pemerintah dan dinas-dinas terkait di Indonesia kelihatannya sudah belajar dari bencana tsunami.

Di tingkat lokal memang masih ada kesulitan logistik dan kekurangan tenaga kesehatan. Juga kapasitas rumah-rumah sakit sangat terbatas untuk menampung lebih dari 20.000 orang yang butuh perawatan. Jurubicara Badan Bantuan Anak PBB, UNICEF, John Budd menerangkan, yang penting adalah pengadaan air bersih dan mengatasi masalah sanitasi. Ini yang sekarang jadi prioritas UNICEF.

Penyaluran bahan bantuan hari ini mulai berjalan lebih lancar, setelah bandar udara Adisutjipto di Yogyakarta dioperasikan kembali secara penuh hari ini, juga untuk penerbangan komersial. Para penumpang masih harus menggunakan terminal darurat, karena bangunan terminal roboh dan harus diperbaiki.