Rangkaian Serangan Di Turki | Fokus | DW | 28.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Rangkaian Serangan Di Turki

Hari Minggu malam (27/08) empat bom meledak. Tiga bom meledak di Marmaris, tempat liburan di Laut Tengah, dan satu meledak di Istanbul.

Polisi memeriksa lokasi ledakan bom di Istanbul

Polisi memeriksa lokasi ledakan bom di Istanbul

Dua hari sebelumnya ledakan dua bom di kota Adana Selatan Turki mengakibatkan empat orang cedera. Kalau terjadi serangan di Turki, biasanya itu dilakukan oleh kelompok separatis Kurdi, kaum ekstremis kiri atau kelompok-kelompok Islam radikal.

Pada musim panas tahun lalu, kelompok ekstremis Kurdi menewaskan lima wisatawan Eropa, dengan meledakkan bom pada sebuah bus mini di tempat liburan Kusadaci di pantai Aegeia. Musim panas ini memang telah terjadi pula berbagai serangan kecil dengan korban luka ringan dan kerusakan kecil, kecuali awal Juli lalu di Manavgat. Kemungkinan terjadinya serangan yang lebih besar tetap dikalkulasikan dan apa yang dikhawatirkan itu kini menjadi kenyataan.

Serangan yang terjadi semalam di Marmaris dan Istanbul mengakibatkan sekitar 27 orang cedera dan beberapa diantaranya luka parah. Bom pertama di Marmaris meledak lepas tengah malam. Bom berupa paket itu diletakkan di bawah sebuah tempat duduk dalam bus yang sedang berjalan. Dua bom lainnya meledak di sebuah lokasi hiburan dan tempat pemukiman. Ledakan itu mengakibatkan sekitar 10 wisatawan Inggris dan 11 warga Turki cedera. Masih belum ada keterangan pasti mengenai jumlah korban pada masing-masing ledakan.

Suzanne Poraz "operation manager" rumah sakit Caria di Marmaris, memberikan keterangan kepada CNN mengenai pengamatannya:

"Kami dapat kabar tentang tiga ledakan. Tetapi yang dibawa kesini hanya korban dari ledakan pada sebuah bus mini. Mereka ada dalam bus itu ketika ledakan terjadi."

Atas pertanyaan apakah mereka yang terluka itu dapat memberikan keterangan mengenai jenis ledakan dan perkiraan mengenai latar belakangnya, Suzanne Poraz mengemukakan:

"Hampir semua yang dibawa kesini terkena shock berat dan tidak bisa banyak bicara. Hanya salah seorang yang mengatakan bahwa ia sendiri duduk di bagian belakang dan melihat ledakan di depannya. Itu saja yang dapat dikatakannya."

Apakah sebelumnya telah dilakukan langkah pengamanan khusus di Marmaris, Suzanne Poraz hanya dapat mengatakan:

"Tidak. Maksud saya… peringatan ada sepanjang tahun. Dan ini merupakan hal rutin sehubungan dengan kejadian tahun lalu. Jadi sepanjang musim liburan ini langkah peengamanan sudah sangat ketat. Jadi ini sangat mengejutkan."

Ketiga serangan di Marmaris terjadi dalam waktu seperempat jam. Beberapa waktu sebelumnya sebuah bom sudah meledak di bagian kota Istanbul, Bagcilar. Disana pun bom nya berupa paket yang menurut polisi mengakibatkan enam orang cedera.

Siapa yang berada di balik serangan-serangan itu masih belum jelas. Berdasarkan spekulasi pertama, dugaan keras tertuju pada kelompok militan Kurdi "Elang Pembebasan Kurdistan". Karena dalam tahun-tahun terakhir ini, sayap dari partai terlarang Partai Buruh Kurdistan PKK itu, berulang kali melakukan serangan terarah di daerah-daerah wisata.

Sektor wisata merupakan titik terlemah dari perekonomian Turki. Oleh sebab itu polisi Turki meningkatkan pengamanan di musim panas tahun ini terutama di tempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Sayangnya pihak yang berwenang tidak terlalu terbuka untuk memberikan keterangan mengenai latar belakang berbagai serangan kecil, karena dikhawatirkan jumlah wisatawan akan terus berkurang, bila terdapat banyak laporan mengenai serangan dan dampaknya.