Putin Bicarakan Masalah Terorisme dengan Presiden Suriah | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 21.11.2017
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Putin Bicarakan Masalah Terorisme dengan Presiden Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin adakan pembicaraan dengan Presiden Suriah. Bashar al Assad mengucapkan terima kasih kepada Putin karena membantu "memerangi terorisme di Suriah." Mereka sepakat aksi militer sudah selesai.

Pertemuan mereka diadakan di Sochi, demikian keterangan Kremlin hari ini. Kedua pemimpin mendiskusikan upaya memerangi terorisme, dan kemungkinan mencapai solusi politik dengan cepat untuk menyudahi perang saudara di Suriah. Kremlin juga menyatakan, untuk itu Assad mengadakan kunjungan kerja singkat.

Suriah dan Rusia membenarkan dalam pertemuan kedua pemimpin negara sepakat, operasi militer di Suriah "sudah berakhir". Menurut laporan dan pernyataan yang dipublikasikan Kremlin, Putin mengucapkan selamat kepada Assad dan menekankan, rakyat Suriah sudah mendekati kemenangan melawan teroris. Menurut Putin jalan menuju kemenangan sepenuhnya masih jauh, tetapi kerjasama berupa operasi militer sudah selesai. Sementara Assad mengatakan, situasi di negaranya sudah kondusif untuk bisa memulai proses politik, dan Suriah bergantung pada sokongan Rusia agar pihak luar tidak ikut campur.

Kembali ke meja perundingan?

Kedua pemimpin setuju, fokus utama sekarang adalah kembalinya Suriah ke meja perundingan. Sejak 2011 konflik berdarah sudah merajalela di Suriah. Pemberontakan yang berkembang jadi perang saudara menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan jutaan melarikan diri.

Menurut kantor berita Rusia SANA, pertemuan dengan Assad juga jadi persiapan bagi Putin dalam menghadapi pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Sochi Kamis lusa, yang akan membahas konflik Suriah. Rusia dan Iran adalah pendukung Assad, sedangkan Turki mendukung oposisi.

Sementara itu oposisi Suriah dalam situasi terpecah-belah. AS serta sekutunya nampaknya menerima jika ada kesepakatan gencatan senjata yang tidak menetapkan pengunduran diri Assad sebagai salah satu syaratnya.

Di samping pertemuan Kamis di Sochi, di Jenewa pekan depan juga akan diadakan perundingan perdamaian yang disponsori PBB. Moskow, Ankara, dan Teheran juga mendukung pembicaraan gencatan senjata terpisah di ibukota Kasakstan, Astana. Pertemuan terakhir diadakan awal bulan ini.

ml/vlz (dpa, Reuters, afp)

 

Laporan Pilihan