1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikNigeria

Puluhan Tewas dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria

Rana Taha | Sorta Caroline AFP, AP, Reuters
9 April 2026

Serangan kelompok bersenjata di 10 desa di Nigeria pada pekan ini telah menewaskan puluhan orang. Kelompok kriminal lokal dan militan Islam diduga menjadi dalangnya.

https://p.dw.com/p/5Bv7N
Papiri, Nigeria 2025 | Penculikan massal di Sekolah Santa Maria.
Negara Bagian Niger di Nigeria termasuk di antara negara-negara bagian di wilayah utara yang dilanda pemberontakan yang telah berlangsung bertahun-tahun.Foto: Ifeanyi Immanuel Bakwenye/AFP

Kelompok bersenjata menyerang setidaknya 10 desa di Negara Bagian Niger dan Kebbi, Nigeria tengah dan barat laut, menurut laporan warga setempat, tokoh agama, dan laporan lembaga kemanusiaan yang diterima kantor berita AFP.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas dalam serangan pada Selasa (07/04) di Desa Bagna dan Erena, Distrik Shiroro, Negara Bagian Niger, Nigeria tengah.

"Mereka datang dengan sepeda motor dan mulai menembak. Itu adalah serangan mendadak karena terjadi pada dini hari," kata Jibrin Isah, warga Erena, seperti dikutip oleh kantor berita Associated Press.

Seorang warga Erena lainnya, Tijjani Ibrahim, memperkirakan puluhan pria bersenjata menyerbu desanya. "Menembak secara sporadis, membunuh orang, dan membakar rumah-rumah." Ia sendiri berhasil selamat setelah melarikan diri ke semak-semak.

"Setidaknya 20 orang tewas dan para penyerang juga menculik banyak orang," kata Ibrahim kepada AFP. Polisi mengonfirmasi serangan di Distrik Shiroro, menambahkan bahwa "dua anggota kelompok penjaga keamanan" dan seorang sopir dari tim keamanan juga tewas.

Distrik Shiroro terus-menerus menghadapi serangan dari kelompok kriminal lokal dan kelompok jihadis. Kedua kelompok tersebut semakin sering menjalin aliansi dan melakukan penyerangan, membuat penduduk setempat terpaksa mengungsi.

Pada hari Rabu (08/04) Amerika Serikat mengeluarkan perluasan peringatan perjalanan ke Nigeria serta memberikan izin bagi staf kedutaan non-darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Ibu Kota Abuja, seiring memburuknya situasi keamanan di negara itu.

Puluhan tewas di Nigeria

Di Negara Bagian Kebbi, Nigeria barat laut, seorang tokoh agama mengatakan kepada AFP bahwa ia dapat memastikan 24 orang telah tewas. Namun ia menambahkan, "berdasarkan laporan yang kami terima (08/04), jumlah korban tewas tercatat lebih dari 40 orang."

Seorang pemimpin Kristiani lainnya juga menyebutkan korban jiwa mencapai 40 orang.

"Mereka membunuh siapa saja yang terlihat, mereka membunuh orang Kristen, muslim, dan penganut agama tradisional," kata tokoh agama itu, yang meminta namanya tidak disebutkan demi alasan keamanan.

Dia mengatakan para penyerang telah merajalela di wilayah tersebut selama tiga hari terakhir, menyisir semak-semak tempat warga desa biasa bersembunyi dan menembaki mereka. Setidaknya 500 orang mengungsi dan ditampung di gereja-gereja dan sekolah-sekolah di Kota Yauri.

Belum ada kelompok yang mengonfirmasi telah melakukan serangan tersebut. Namun, polisi setempat menduga kelompok jihadis lokal yang dikenal sebagai Mahmuda berada di balik serangan di Kebbi. 

AFP melaporkan bahwa kelompok Mahmuda, yang aktif di wilayah Nigeria barat laut , berafiliasi dengan Mahmud al-Nigeri, seorang pejabat senior dalam kelompok jihadis Ansaru. Ansaru memisahkan diri dari kelompok militan Boko Haram dan sejak itu bersekutu dengan Al-Qaeda di Maghreb Islam (AQIM).

Negara Bagian Kebbi terletak di perbatasan Nigeria dengan Benin dan Niger, dan sejak 2025 serangan jihadis dilaporkan meningkat.

Editor: Arti Ekawati

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait