Publikasi Laporan Komisi Investigasi di Timor Leste | Fokus | DW | 18.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Publikasi Laporan Komisi Investigasi di Timor Leste

Para analis memperingatkan bahwa publikasi laporan tersebut dapat memicu lebih banyak lagi kerusuhan di Dili.

Laporan Komisi Investigasi Independen PBB, yang mengungkapkan sumber kerusuhan yang terjadi bulan April dan Mei lau di Timor Leste, diumumkan kepada publik hari Rabu (18/10) ini.

Gedung Parlemen Nasional di Dili dijaga ketat oleh polisi PBB saat laporan Komisi Investigasi Independen PPB diserahkan kepada Presiden Parlemen Nasional Francisco Guterres, Selasa (17/10) kemarin. Hasil laporan komisi tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Portugis, Tetum dan Indonesia. Laporan tersebut juga dibagikan kepada masyarakat Rabu (18/10) ini.

Sementara itu, Presiden Republik Xanana Gusmao menghimbau untuk memberikan penghargaan kepada komisi investigasi independen yang menjalankan tugas mereka dengan cara yang imparsial dan independen. Gusmao mengatakan bahwa komisi tersebut tidak menerima mandat untuk mengivestigasi melainkan hanya untuk menunjukan fakta. Masih menurut Gusmao, pengadilan lah yang akan mengivestigasi secara mendalam dan bertanggung jawab terhadap proses peradilan.

Presiden Xanana Gusmao juga mengingatkan semua pihak bahwa Timor Leste adalah negara demokrasi yang baru lahir. Karena itu perlu kerja keras untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada kedaulatan bangsa dan negara. Gusmao juga memperingatkan para partai politik agar tidak menggunak sebstansi dari laporan Komisi Investigasi Independen ini untuk kepentingan mereka.

Pada kesempatan yang sama, Gusmao meminta kepada kelompok yang sering melakukan kekerasan di Kota Dili, untuk segera menghentikan aksinya. Sudah saatnya bagi putra-putri Timor Leste untuk merefleksikan apa yang baik bagi negara, demikian tambah Gusmao. Sementara itu, menyangkut masalah petisioner, masih menunggu laporan dari Komisi Investigasi yang dibentuk oleh Negara Timor Leste. Menurut rencana, laporan ini baru akan diumumkan akhir bulan Oktober ini.