Prodi Lolos dari Lubang Jarum | Fokus | DW | 02.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Prodi Lolos dari Lubang Jarum

Pihak oposisi memperkirakan, pemerintahan Prodi hanya akan bertahan beberapa bulan saja.

PM Italia Romano Prodi

PM Italia Romano Prodi

Malam semakin larut ketika Ketua Senat Franco Marini dari atas kursinya yang dilapis emas membacakan hasil pemungutan suara di Palazzo Madama. Sementara di barisan terdepan, wajah Perdana Menteri Romano Prodi memerah menyiratkan ketegangan.162 anggota senat memberikan suaranya untuk Prodi dalam mosi tidak percaya yang digelar di Senat Italia.

Prodi pun ibarat lolos dari lubang jarum. Cuma selisih dua suara yang menghantarkan bekas profesor ekonomi itu ke tangga kemenangan. Padahal sebelum mosi tidak percaya digelar, Prodi sempat wara wiri mencari dukungan bagi dirinya dan koalisi kiri-tengah pimpinannya. "Saya sangat yakin, bahwa negara ini akan mengalami lompatan ke depan dengan program reformasi yang saya jalankan." Demikian dikatakannya.

Selain itu, Prodi juga mengumumkan akan mengajak pihak oposisi bekerjasama untuk membentuk sebuah sistem pimilihan umum yang baru. Menurutnya, sistem itu diperlukan untuk mengamankan suara mayoritas dan menciptakan pemerintahan Italia yang stabil. Tidak hanya itu, bekas ketua komisi Eropa itu bahkan mengumbar janji reformasi di bidang sosial dan ekonomi. Namun Prodi terjungkal oleh sikapnya sendiri yang mendukung habis-habisan misi militer Italia di Afghanistan. Sekarang ia coba mengumpulkan dukungan dari sayap kiri koalisinya yang menentang perang di Afghanistan. Prodi misalnya berjanji, pemerintahannya akan terus memperkuat partisipasi rakyat sipil untuk mengkonsolidasikan diri dalam konfrensi perdamaian di Afghanistan.

Prodi memang masih bisa menghela nafas meski cuma menang dengan selisih dua suara. Tapi walaupun begitu, ia tidak bisa begitu saja bersantai. Karena perdebatan yang terjadi di seputar mosi tidak percaya itu semakin memperjelas, bahwa Koalisi Kiri-Tengah yang dipimpimnya kini terancam babak belur. Dua orang senator dari kubu komunis koalisinya sempat mengatakan, sekarang mereka memang masih bisa menolong pemerintahan Prodi, tapi di masa depan belum tentu ada jaminan. Bola panas yang harus dihadapi Prodi terutama berasal dari kebijakan politik luar negeri pemerintahannya. Senator Franco Turigliatto dari partai komunis misalnya mengungkapkan, Prodi kehilangan banyak kepercayaan dalam merumuskan kebijakan politik luar negerinya.

Di lain pihak, kubu oposisi yang dimotori oleh bekas Perdana Menteri Silvio Berlusconi menilai pemerintahan Prodi bisa dijatuhkan setiap saat. Mantan Menteri Reformasi Roberto Calderoli begitu yakin mengatakan, Prodi hanya akan bisa bertahan di atas kursinya untuk beberapa bulan saja.

"Mosi tidak percaya ini tidak mampu memperjelas, apakah kekuatan mayoritas yang mampu memerintah untuk jangka waktu lama betul betul ada. Jelas sudah, bahwa Italia hanya memiliki pemerintahan transisi yang mungkin hanya akan bertahan sampai musim panas."

Selain mosi tidak percaya di Senat, Prodi juga harus menghadapi mosi serupa di Parlemen. Tapi kali ini ia tidak perlu khawatir. Karena Koalisi Kiri-Tengah pimpinannya betul-betul memiliki suara mayoritas di Parlemen Italia.