1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Zelenskyy dalam pidato video di Bundestag
Presiden Ukrainia dalam pidato virtual pertama di parlemen Jerman Bundestag setelah invasi Rusia.Foto: Christian Spicker/IMAGO

Presiden Ukraina: Bantuan Jerman Datang Terlambat

17 Maret 2022

Presiden Ukraina Zelenskyy untuk pertama kalinya berbicara lewat "video call" kepada parlemen Jerman Bundestag. Ini merupakan lanjutan rangkaian imbauan Zelenskyy kepada para pimpinan berbagai negara.

https://www.dw.com/id/presiden-ukraina-di-bundestag-bantuan-jerman-datang-terlambat/a-61158307

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam "video call" pertamanya kepada Jerman menjelang pembukaan sidang parlemen Bundestag Kamis (17/3) mengatakan, "bantuan datang terlalu lambat untuk menghentikan perang."

Zelenskyy juga melontarkan sejumlah pernyataan tajam kepada pemerintah di Berin, terkait kepentingan ekonomi Jerman bersama Rusia. "Kami bisa melihat kesediaan kalian untuk melanjutkan bisnis dengan Rusia, dan kita sekarang berada di tengah perang dingin. Sekali lagi ini merupakan sesuatu yang gagal kalian lihat. Kalian masih memproteksi diri sendiri di belakang sebuah tembok, yang tidak memungkinkan kalian untuk melihat apa yang kami lakukan," kata presiden Ukraina itu.

Kepada kanselir Jerman Olaf Scholz, di akhir pesan videonya sepanjang 10 menit, Zelenskyy melontarkan imbauan, "runtuhkan tembok itu dan bantu kami".

Pesan virtual itu merupakan rangkaian imbauan yang dilontarkan Zelenskyy kepada pimpinan sejumlah negara, untuk meraih dukungan terhadap negaranya, sesudah Rusia menyerang Ukraina.

Presiden Ukraina dalam rangkaian pesan videonya, mula-mula berbicara di depan parlemen Kanada awal pekan ini, dilanjutkan memberikan pesan virtual di depan Kongres AS dan menyerukan sanksi ekonomi lebih keras terhadap Kremlin dan para pihak yang memungkinkan invasi.

Ia mengajukan alasan: "Perdamaian lebih penting dibanding pendapatan"

Posisi Jerman dalam krisis Ukraina

Pemerintah Jerman bereaksi atas invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, dengan menyetujui pemasokan senjata ke  ke Ukraina. Sejauh ini Berlin telah mengirimkan 1.000 senjata anti tank dan 500 rudal darat ke udara.

Namun Jerman tetap mempertahankan sikapnya menentang NATO terlibat langsung dalam perang di Ukraina, dan menegaskan deeskalasi situasi jauh lebih penting. Kanselir Scholz awal bulan ini kembali menekankan, "Kami ingin melakukan deeskalasi konflik, dan kami ingin melihat konflik ini berakhir."

Wakil Ketua Parlemen Jerman Katrin Göring-Eckardt dalam pidatonya sesaat menjelang pesan video Zelenskyy ditayangkan di Bundestag, menegaskan kekecewaannya atas perang yang dilancarkan Rusia ke Ukraina, dan menjamin solidaritas Jerman terhadap Kyiv. "Kami melihat kalian, pikiran kami bersama kalian dan mereka, yang bersimpati terhadap kalian," ujar politisi dari Partai Hijau ini. as/yf  (dpa, AFP,epd)