Presiden Prancis: Kami Akan Bangun Kembali Katedral Ini | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 16.04.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Kebakaran Notre Dame

Presiden Prancis: Kami Akan Bangun Kembali Katedral Ini

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan membangun kembali katedral abad pertengahan Notre Dame setelah kebakaran besar menghancurkan sebagian gedung bersejarah kota Paris ini.

Katedral Notre Dame terbakar pada Senin (15/04) malam waktu setempat, api meruntuhkan puncak menara dan melahap atap gereja bergaya arsitektur gotik itu.

Petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan struktur batu utama bangunan berusia 850 tahun ini. Api pun dinyatakan terkendali setelah hampir sembilan jam mengamuk.

Belum jelas diketahui penyebab kebakaran namun kemungkinan berkaitan dengan pekerjaan renovasi yang sedang berlangsung.

Pernyataan resmi dari petugas pemadam kebakaran mengatakan mereka berhasil menyelamatkan kedua menara katedral dari kehancuran.

Mengunjungi lokasi kebakaran pada Senin malam, Presiden Macron mengatakan bahwa hal "terburuk telah dihindari" karena struktur utama katedral dapat diselamatkan. 

Frankreich, Paris: Brand in der Kathedrale Notre Dame (Getty Images/AFP/P. Wojazer)

Api dan asap terlihat menyelimuti bagian interior Notre-Dame, Paris, Senin (15/04).

Ia pun berjanji akan meluncurkan skema penggalangan dana internasional untuk upaya rekonstruksi.

"Kami akan membangun kembali katedral ini bersama-sama, dan ini tidak diragukan lagi adalah bagian dari takdir Prancis dan inilah proyek yang akan kami lakukan di tahun-tahun mendatang," kata Macron.

"Itu yang diharapkan oleh Perancis karena itulah yang pantas untuk sejarah kita," tambahnya. Macron tampak emosional dan menyebut kejadian ini sebagai "tragedi mengerikan."

Miliarder Prancis François-Henri Pinault, yang memiliki merek-merek fashion Gucci dan Yves Saint Laurent, telah menjanjikan € 100 juta (£ 86 juta; $ 113 juta, RP 1,6 triliun) untuk membangun kembali Notre-Dame.

Badan amal Prancis, Fondation du Patrimoine, meluncurkan penggalangan dana internasional untuk katedral yang berstatus Situs Warisan Dunia Unesco.

Mantan Presiden AS Barack Obama juga menyatakan turut bersedih dan memposting fotonya sekeluarga ketika mengunjungi katedral ini. Ia mengatakan Notre-Dame adalah salah satu kekayaan dunia. 

Warga meratapi katedral

Warga dan wisatawan di kota Paris berkerumun dan terpana. Beberapa bahkan menangis dan berdoa sambil dengan ngeri menyaksikan api yang melalap Katedral Notre-Dame di pusat kota itu.

Suasana di sepanjang jembatan Pont au Change menjadi hening ketika ratusan orang menyaksikan asap naik ke langit malam.

Banyak yang diam-diam menyanyikan Ave Maria dalam bahasa Latin, termasuk Stephane Seigneurie, 52, yang mengatakan ia telah tinggal di Paris selama 25 tahun terakhir.

"Saya sering datang, dan masuk bahkan ketika tidak ada misa karena itu adalah tempat yang luar biasa, terjalin dalam sejarah Prancis," katanya. "Secara politis, intelektual, dan spiritual, itu adalah simbol Prancis."

Jeanne Duffy, 62, terbang dari New York ke Paris dengan putri kembarnya untuk melihat keponakannya lari di acara maraton Paris pada hari Minggu.

Rencananya mereka ingin memanjat menara katedral hari itu, namun pada menit terakhir mereka memutuskan untuk pergi ke Disneyland Paris. Kebakaran itu pun menghapus mimpi mereka untuk bisa berkunjung.

Polisi menutup area pejalan kaki dari dua pulau di sungai Seine, termasuk Ile de la Cite yang tempat katedral ini berdiri.

Namun penonton tetap berkerumun di belakang penjagaan polisi di jembatan batu yang mengarah ke pulau-pulau dan di sepanjang tepi sungai Seine saat hari mulai gelap.

Kejayaan arsitektur Gothik

Katedral Notre Dame adalah salah satu bangunan terkenal di Eropa dan tiap tahunnya diberitakan menarik pengunjung sebanyak 13 juta orang. 

Katedral ini dibangun di sebuah pulau kecil bernama Île de la Cité, di tengah sungai Seine. Konstruksi dimulai tahun 1163, pada masa pemerintahan Raja Louis VII, dan selesai pada 1345.

Bangunan ini dianggap sebagai permata arsitektur gotik abad pertengahan dan telah menjadi sumber inspirasi banyak karya literatur dan menyaksikan berbagai peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan kota Paris.  

ae/hp (Reuters, AFP, New York Times)

Laporan Pilihan