Tak Ada Reshuffle Besar, Bahlil dan Nadiem Dilantik Pimpin Kementerian Baru | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 28.04.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Reshuffle Kabinet

Tak Ada Reshuffle Besar, Bahlil dan Nadiem Dilantik Pimpin Kementerian Baru

Presiden Joko Widodo resmi lantik Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Investasi dan Nadiem Makarim Menteri Kemendikbud Ristek. Pelantikan dilangsungkan di Istana Negara hari Rabu ini (28/4).

Pelantikan Bahlil Lahadalia dan Nadiem Makarim di Istana Negara, 28 April 2021

Pelantikan Bahlil Lahadalila dan Nadiem Makarim di Istana Negara, 28 April 2021

Bahlil Lahadalia selama ini menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sebelum resmi ditunjuk, dia sudah disebut-sebut sebagai calon kuat menjadi orang nomor satu di Kementerian Investasi yang baru saja dibentuk. Tugas utama kementerian ini adalah untuk  menarik modal masuk ke Indonesia.

Selain Bahlil, Presiden Jokowi juga melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi, setelah penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Keduanya mengucap sumpah penugasan yang dituntun langsung oleh Presiden.

Jokowi juga melantik Laksana Tri Handoko sebagai kepala badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bahlil Lahadadlia yang lahir di Maluku Utara dan besar di Papua pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015–2019. Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ini memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.

Presiden Jokowi memimpin langsung upacara pengambilan sumpah

Presiden Jokowi memimpin langsung upacara pengambilan sumpah

Kementerian Investasi fokus ciptakan  lapangan kerja

"Penciptaan lapangan pekerjaan adalah satu tugas yang berat, karena kita tahu konsumsi pertumbuhan ekonomi nasional kita itu 60 persen konsumsi dan 30 persen dari sektor investasi. Ini menjadi peranan penting karena 16 juta orang yang kita harus siapkan lapangan pekerjaan. Saya pikir investasi merupakan pintu masuk untuk melakukan itu," kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Istana Negara.

Dia menerangkan, bahwa Kementerian Investasi akan menjadi penghubung utama untuk menyinergikan investasi yang masuk, baik dari luar maupun dalam negeri, serta dari pemerintah pusat dan daerah. Kesemua hal itu akan berjalan melalui satu pintu, yaitu di Kementerian Investasi.

"Kalau kita menahan izin investasi itu sama dengan menahan pertumbuhan ekonomi nasional. Sama juga dengan menahan lapangan pekerjaan, dan sumber-sumber pendapatan negara," katanya.

Selain itu, Bahlil juga ditugaskan tidak hanya mengurus pengusaha atau perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga turut melayani para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penggabungan menjadi Kemendikbud Ristek

Nadiem Anwar Makarim, yang memperoleh kepercayaan memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, mengatakan riset dan teknologi merupakan suatu hal yang amat dekat dengan kesehariannya sebelum bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Riset dan teknologi adalah suatu hal yang sangat dekat di hati saya, suatu hal yang telah saya tekuni sebelum saya melakukan tugas ini sebelum di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya usai pelantikan di Istana Negara.

Dia mengatakan memiliki harapan dan tujuan besar untuk dapat meningkatkan kualitas dan inovasi di universitas atau perguruan tinggi dalam bidang riset dan teknologi tersebut. Penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi sebelumnya telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Nadiem mengatakan bahwa kementeriannya akan bekerja erat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan akan mendorong para mahasiswa dan dosen-dosen nasional untuk melakukan penelitian dan menjalankan program-program di dalam badan-badan yang ada di bawah koordinasi BRIN.

hp/as/gtp (dari berbagai sumber)

Laporan Pilihan