1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Presiden Myanmar Htin Kyaw Mengundurkan Diri

21 Maret 2018

Presiden Myanmar Htin Kyaw mengumumkan pengunduran dirinya menyusul laporan kesehatan yang buruk. Dia adalah sekutu dekat pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi.

https://p.dw.com/p/2ufkX
Myanmar Htin Kyaw Staatspräsident mit Aung San Suu Kyi Parteivorsitzende
Foto: picture-alliance/AP Photo/A. Shine Oo

Presiden Myanmar Htin Kyaw menyatakan pengunduran dirinya hari Rabu (21/3). Dalam pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan disebutkan, dia ingin "beristirahat dari tugasnya saat ini." Tidak ada penjelasan lain yang disampaikan.

Parlemen Myanmar sekarang harus memilih presiden baru dalam waktu tujuh hari, seperti yang tertera dalam konstitusi. Semua urusan kenegaraan untuk sementara akan dijalankan oleh Wakil Presiden Myint Swe, seorang mantan jenderal. Wapres akan mengambil alih jabatan kepresidenan sampai pemimpin baru dipilih.

Aung San Suu Kyi menurut konstitusi dilarang memangku jabatan sebagai presiden. Tahun 2016, Htin Kyaw diangkat menjadi presiden sipil pertama di negara itu setelah lebih dari lima dekade di bawah junta militer.

Seorang teman

Htin Kyaw secara luas dihormati di Myanmar dan merupakan sekutu dari tokoh politik Aung San Suu Kyi yang sekaligus berfungsi sebagai pemimpin de facto.

Suu Kyi memegang jabatan resmi sebagai penasihat negara, sebuah posisi yang khusus diciptakan baginya setelah pemilu 2016. Langkah itu sekaligus menjadi penanda rekonsiliasi politik di negara yang lama dikuasai oleh rejim militer.

Di Myanmar, presiden adalah kepala negara dan pemerintahan dan menurut konstitusi memiliki kekuasaan yang luas. Tapi peran Htin Kyaw selama ini lebih bersifat seremonial, karena kekuasaan dilaksanakan oleh Aung San Kyi.

Ada beberapa spekulasi tentang kondisi kesehatan Htin Kyaw. Beberapa laporan menunjukkan bahwa dia menjalani operasi pada 2016 dan masih melakukan perawatan di Bangkok.

hp/as  (afp, dpa)