Presiden Jokowi: Kereta Bandara untuk Atasi Kemacetan | SOSBUD: Laporan seputar seni, gaya hidup dan sosial | DW | 02.01.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Presiden Jokowi: Kereta Bandara untuk Atasi Kemacetan

Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta. Hadirnya KA tersebut guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan kemacetan di Jabodetabek.

Indonesien - Neuer Zug in Jakarta - Präsident Joko Widodo (Getty Images/AFP/B. Sakti)

Presiden Joko Widodo menjajal KA bandara sesaat setelah meresmikannya.

Kenakan kaus dan sepatu kets, Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur dan mengatasi kemacetan lalu lintas di Jabodetabek pada Selasa (2/1).

Kereta ini memerlukan waktu tempuh 55 menit dari Bandara ke pusat Kota Jakarta. Sangat kontras dibanding menggunakan moda transportasi lainnya yang memakan waktu kurang lebih dua jam pada saat jam sibuk.

Indonesien - Neuer Zug in Jakarta (Getty Images/AFP/B. Ismoyo)

Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta melaju dari Stasiun BNI City.

Mengurangi macet

"Alhamdulilah setelah tiga tahun dan kerja keras untuk menyelesaikan Kereta Bandara Soekarno Hatta, akhirnya pagi ini bisa kita resmikan. Kita tahu bahwa kereta bandara adalah salah satu dari penyediaan moda transportasi Jakarta untuk mengurangi kemacetan," kata Jokowi saat peresmian kereta bandara di Integrated Building Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Kereta bandara memiliki 42 jadwal perjalanan yang berselang tiap 30 menit dan beroperasi mulai pukul tiga dini hari hingga jam 11 malam. Tiketnya seharga Rp 70 ribu untuk dua bulan pertama dan akan mengalami kenaikan menjadi Rp 100 ribu setelahnya. Diperkirakan 11 ribu penumpang akan menggunakan fasilitas kereta bandara tiap harinya.

Lalui stasiun apa saja?

KA Bandara Soekarno-Hatta akan melalui 5 stasiun yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Nantinya KA bandara akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya di Jakarta seperti MRT, LRT, busway, dan kereta cepat. MRT dan LRT rencananya akan mulai beroperasi di tahun 2019.

"Kami harap masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadinya dan beralih ke transportasi massal," katanya. Sejak memimpin pemerintahan, Jokowi memang fokus kepada pengembangan infrastruktur dengan membangun jalan, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik di seluruh wilayah Indonesia.

yp/ap  (AFP, detik.com)

Laporan Pilihan