1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Live-Video-Conference: Peter Limbourg - Frank-Walter Steinmeier
Foto: DW/P. Böll

"Platform Media Sosial Punya Tanggungjawab Besar"

Martin Muno
27 Mei 2019

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada pembukaan konferensi internasional Global Media Forum di Bonn mengingatkan politisi dan pelaku media tidak "jatuh dalam perangkap" media sosial.

https://p.dw.com/p/3JCOs

Presiden Frank-Walter Steinmeier melalui tayangan live turut membuka konferensi internasional DW Global Media Forum (GMF) 2019 di Bonn bersama Direktur Jendral Deutsche Welle Peter Limbourg.

Dalam percakapan dengan Peter Limbourg mengenai perubahan cepat teknologi komunikasi dewasa ini , Frank-Walter Steinmeier mengingatkan para politisi dan pelaku media tidak jatuh "dalam perangkap" teknologi dan media sosial.

"Tak perlu disebutkan lagi, perkembangan itu telah mengubah cara kita berkomunikasi, baik secara pribadi maupun politik. Jumlah orang yang menggunakan media sosial untuk mencari informasi secara politis telah meningkat," kata Presiden Jerman.

Steinmeier mengatakan, yang paling mengkhawatirkannya adalah cara penggunaan media sosial yang telah mengubah nada wacana politik. Komunikasi dan informasi "mengalir tanpa henti, posisinya sangat sering hanya hitam dan putih," dengan sedikit dan sama sekali tidak ada dorongan untuk berkompromi. "Mereka yang memiliki pendapat bertentangan sering dicap sebagai lawan atau musuh."

Keynote Jaron Lanier: How social media change our communication
Aktivis internet dan pelopor virtual reality Jaron LanierFoto: DW/P. Böll

Mendemokrasikan digitalisasi

Steinmeier mengakui bahwa politik dan demokrasi di zaman sekarang perlu memanfaatkan digitalisasi, namun penting juga untuk "mendemokrasikan digitalisasi. Dominasi beberapa perusahaan teknologi yang menguasai  media global adalah ancaman bagi demokrasi.

"Platform-platform (media sosial) itu memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi persyaratan dan standarnya," tandasnya.

Aktivis internet dan pelopor realitas virtual Jaron Lanier dari AS membuka sambutannya dengan permohonan maaf "atas hal-hal buruk yang: disebabkan oleh Silicon Valley." Ketika internet diciptakan, paltform itu dimaksudkan sebagai "wadah bagi semua." Namun yang terjadi saat ini, ternyata "yang muncul hanyalah beberapa monopoli," katanya.

Facebook, Google dan platform media sosial lain makin lama makin membuat manusia kehilangan suara, kata Jaron Lanier. Untuk memperbaiki situasi di internet, dibutuhkan sebuah model bisnis yang baru, tandasnya.

Interview mit der Gewinnerin des DW Freedom of Speech Award 2019: Anabel Hernández
Penerima DW Freedom of Speech Award 2019, jurnalis Meksiko Anabel HernandezFoto: DW/V. Tellmann

Dia juga mengusulkan agar perusahaan seperti Google dan Facebook, yang menggunakan data-data dari orang lain, membayar untuk setiap penggunaan data itu. Misalnya Google harus membayar semcam pajak untuk setiap hal yang muncul sebagai hasil pencarian. Demikian juga Facebook harus membayar pajak untuk setiap akun yang didaftarkan.

Global Media Forum 2019 mengusung tema "Shifting Powers." Dihadiri sekitar 2.000 perserta dari 140 negara dan diisi sekitar 70 agenda diskusi dan lokakarya. Di sela-sela GMF 2019 akan digelar penyerahan penghargaan DW Freedom of Speech Award, yang tahun ini diberikan kepada jurnalis Meksiko Anabel Hernandez. (hp/ae)

Martin Muno