Presiden Horst Köhler ke Vietnam dan Cina | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Presiden Horst Köhler ke Vietnam dan Cina

Presiden Jerman Horst Köhler sudah terbiasa melakukan tindakan diplomasi yang pelik. Juga pada kunjungan kenegaraan terakhir seorang politisi penting Cina ke Jerman.

default

Pada kesempatan tersebut Köhler berhasil memelihara hubungan yang bersahabat antara Jerman dan Cina dan pada saat yang bersamaan menuntut Cina untuk memperbaiki situasi hak asasi manusia disana.

Sikap ini juga kemungkinan akan diambil oleh Köhler dalam kunjungannya ke Vietnam dan Cina. Di pemberhentian pertamanya di ibukota Vietnam, Hanoi, Köhler akan bertemu dengan presiden Nguyen Minh, kepala pemerintahan Nguyen Tan Dung dan juga sekertaris jendral partai komunis Nong Duc Man yang berkuasa. Ketiga politisi negara komunis ini menginginkan reformasi politik moderat dan pembukaan di bidang ekonomi.

Tetapi organisasi-organisasi hak asasi manusia mengkritik, bahwa pimpinan Vietnam tidak memperbolehkan politik oposisi dan pertumbuhan demokratis. Baru-baru ini beberapa aktivis hak asasi manusia, yang tanpa kekerasan memperjuangkan kebebasan berpendapat, dijatuhi hukuman penjara bertahun-tahun. Menurut pemerintah, perbuatan para aktivis tersebut merupakan „propaganda melawan republik sosialistis“.

Uni Eropa telah mengkritik kejadian ini dan menuntut pembebasan semua aktivis politik di Vietnam yang memang berjuang tanpa kekerasan. Presiden Köhler sepertinya akan harus membicarakan masalah ini, walaupun tidak secara terbuka.

Setelah kunjungannya di Vietnam selama dua hari, Presiden Köhler akan melanjutkan perjalanannya ke Cina. Di Beijing ia akan bertemu dengan Presiden Cina Hu Jintao dan Wakil Presiden Wen Jiabao. Dalam rencana kunjungannya, Köhler menaruh titik berat pada tema politik energi. Sebagai bagian dari rencana tersebut, ia akan mengunjungi proyek sel solar yang disokong oleh Jerman di propinsi Yunnan. Disini penduduk desa yang terpencil sudah mendapatkan listrik solar sejak beberapa waktu.

Selain itu Köhler juga akan bertemu dengan beberapa perwakilan dari organisasi-organisasi lingkungan hidup. Dengan mereka Köhler akan berbicara tentang akibat pertumbuhan ekonomi Cina bagi lingkungan hidup dan kebutuhan energi negara tersebut yang tidak dapat ditenangkan.

Di masa lalu Köhler sudah penah mengemukakan pendapatnya tentang politik energi dan sumber daya alam Cina. Ia memperingatkan akan bahaya pemerasan negara-negara Afrika yang kaya akan sumber daya alam dan Köhler juga mengatakan, bahwa perkembangan di Afrika dapat terancam karena kelaparan sumber daya alam negara-negara industri dan negara-negara berkembang. Kekayaan alam di Afrika terutama harus digunakan untuk kepentingan rakyat Afrika terlebih dahulu, demikian Köhler.

Peringatan ini juga sekarang dapat disampaikan Köhler lagi kepada pemerintah Cina, yang sekarang menemukan benua Afrika sebagai cadangan sumber daya alamnya yang baru.

Iklan