1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikPrancis

Prancis Akan Tambah Jumlah Senjata Nuklir

Alex Berry sumber: AFP, AP
3 Maret 2026

Presiden Prancis Emmanuel Macron ingin menambah hulu ledak nuklir di tengah meningkatnya kewaspadaan Eropa terhadap Amerika Serikat. Jika terlaksana, ini menjadi ekspansi pertama arsenal nuklir Prancis sejak 1992.

https://p.dw.com/p/59huJ
Prancis Crozon 2026 | Emmanuel Macron menyampaikan pidato di samping kapal selam di pangkalan angkatan laut Ile Longue
Macron berbicara di depan kapal selam nuklir Le Temeraire di pangkalan militer Ile Longue, BrittanyFoto: Yoan Valat/AP Photo/dpa/picture alliance

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (3/3) mengatakan bahwa negaranya akan menambah jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki.

Ia menyampaikan hal itu saat berkunjung ke pangkalan militer L’Ile Longue, lokasi penyimpanan kapal selam nuklir Prancis.

Prancis adalah satu satunya negara di Uni Eropa yang memiliki senjata nuklir. Macron sebelumnya sudah menyatakan bahwa Prancis bisa berperan sebagai pelindung nuklir bagi negara-negara Uni Eropa, terutama karena hubungan keamanan dengan Amerika Serikat dinilai semakin tidak pasti.

Penjelasan Macron tentang strategi nuklir Prancis

“Pembaruan arsenal kami adalah hal yang penting,” kata Macron. “Saat ini kita berada dalam situasi geopolitik yang penuh gejolak dan risiko.”

“Itulah sebabnya saya memerintahkan penambahan jumlah hulu ledak nuklir dalam arsenal kami.”

Ia juga mengatakan, “Siapa pun yang ingin bebas harus ditakuti. Siapa pun yang ingin ditakuti harus kuat.”

Saat ini, Prancis memiliki sekitar 290 hulu ledak nuklir. Jumlah itu menjadikannya negara dengan kekuatan nuklir terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Cina.

Namun, Macron tidak menjelaskan berapa banyak tambahan hulu ledak yang akan dibuat.

Ia juga menyebutkan bahwa doktrin nuklir Prancis akan diperluas dengan kerja sama yang lebih erat bersama negara negara Eropa seperti Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, dan Denmark.

Prancis memiliki empat kapal selam bersenjata nuklir yang bisa beroperasi secara tersembunyi di berbagai wilayah laut dunia dengan jangkauan sekitar 10.000 kilometer. Selain itu, Prancis juga memiliki jet tempur Rafale yang dapat meluncurkan rudal jelajah berhulu ledak nuklir dengan jarak sekitar 500 kilometer.

Mengapa Prancis ingin menambah jumlah hulu ledak nuklirnya?

Keputusan ini muncul di tengah kekhawatiran negara negara Eropa tentang seberapa jauh mereka bisa mengandalkan “payung nuklir” Amerika Serikat. Payung nuklir adalah kebijakan AS untuk melindungi sekutunya, terutama anggota NATO, dari ancaman nuklir.

Prancis terakhir kali menambah jumlah senjata nuklirnya pada 1992.

Hubungan dengan Amerika Serikat sempat memanas awal tahun ini ketika Presiden AS Donald Trump terlihat ingin mengambil alih Greenland, wilayah milik Denmark yang juga anggota Uni Eropa dan NATO.

Walau kemudian sikap itu berubah, banyak negara Eropa mulai meragukan arah kebijakan Washington ke depan, bahkan setelah masa jabatan Trump berakhir.

Kanselir Jerman Friedrich Merz juga mengatakan bahwa pesawat Angkatan Udara Jerman bisa digunakan untuk mengangkut bom nuklir milik Prancis.

 

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Rahka Susanto

Editor: Rizki Nugraha