Pramoedya Tutup Usia | Fokus | DW | 30.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pramoedya Tutup Usia

Pengarang dan budayawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia dalam usia 81 tahun hari Minggu (30/04) pagi.

Selama hidupnya Pramoedya terus mengeritik militerisme dan apa yang disebutnya 'fasisme jawa' di Indonesia.

Selama hidupnya Pramoedya terus mengeritik militerisme dan apa yang disebutnya 'fasisme jawa' di Indonesia.

Pramoedya, yang sering dipangil Pram, terutama terkenal karena tulisan-tulisannya yang kritis. Selama belasan tahun ia mendekam dalam tahanan di bawah rejim Soekarno maupun Suharto sebagai tahanan politik tanpa proses pengadilan. Ia dibebaskan dari pulau Buru tahun 1979 namun tetap berada dalam status tahanan rumah di Jakarta sampai tahun 1992. Selama ditahan di pulau Buru, Pram menyelesaikan rangkaian tetralogi yang kemudian membuatnya terkenal di kalangan publik internasional, yaitu „Bumi Manusia“, „Anak Semua Bangsa“, „Jejak Langkah“ dan „Rumah Kaca“. Buku-buku Pram sekarang sudah diterjemahkan ke sekitar 40 bahasa. Ia mendapat berbagai penghargaan internasional, di antaranya PEN Freedom-to-Write Award tahun 1988 dan Ramon Magsaysay Award 1995. Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora 6 Februari 1925. Ia meninggal di rumahnya 30 April 2006. Sebelumnya ia sempat dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan memburuk. Sabtu malam ia minta pulang ke rumahnya. (hp)