Prajurit Inggris Yang Tewas dalam Operasi Achilles Dimakamkan | dunia | DW | 15.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Prajurit Inggris Yang Tewas dalam Operasi Achilles Dimakamkan

Di awal pekan ini di sebuah pangkalan militer Inggris di Afghanistan Selatan, upacara penghormatan terakhir untuk empat prajurit ISAF yang tewas diberikan.

Operasi Achilles yang dilancarkan Selasa (06/03) pekan lalu di utara Provinsi Helmand memakan korban dari pihak pasukan perdamaian. Keempat prajurit Inggris yang gugur tersebut merupakan korban pertama dari pihak pasukan keamanan internasional bentukan NATO, ISAF.

"Kau adalah prajurit hingga titik darah penghabisan dan kau adalah teman yang akan kami rindukan, sobat.“ Begitulah ucapan perpisahan bagi prajurit yang tewas.

Sejak 6 Maret lalu, hingga 4.500 serdadu ISAF dan 1.000 pasukan keamanan Afghanistan berusaha melumpuhkan kelompok pemberontak Taliban. ISAF menyebut operasi Achilles sebagai operasi militer yang bersifat menyerang, dengan serangan udara yang presisi dan sebagai kekalahan Taliban.

Tapi rincian operasi tersebut sama sekali tidak disinggung juru bicara ISAF Tom Collins, “Yang kami amati adalah musuh lebih banyak menyerang dengan granat dan tembakan tidak terarah untuk membuyarkan pertahanan ISAF. Siapa pun yang menginginkan sebuah pertempuran antara kami, akan kecewa. Kami sangat senang hal itu tidak terjadi. Karena itulah memang tujuan kami dan kami dapat memasuki wilayah yang menjadi tujuan kami.“

Warga setempat selalu melaporkan jatuhnya korban sipil akibat operasi militer ISAF dan operasi militer yang dilancarkan Amerika Serikat. ISAF juga hampir selalu menyangkal propaganda Taliban. Informasi yang beredar selalu bersifat subyektif dan berat sebelah. Sejak pekan lalu juga terjadi peningkatan serangan bom bunuh diri di provinsi-provinsi kawasan selatan Afghanistan yang dilanda kekacauan.

Menurut juru bicara NATO di ibukota Kabul, Nicholas Lunt, serangan tersebut merupakan reaksi dari Taliban, “Besar kemungkinan, dalam beberapa bulan mendatang akan terjadi lebih banyak lagi serangan semacam itu. Penting sekali diingat bahwa serangan terhadap perorangan, institusi atau proyek bantuan pembangunan merupakan aksi nekad. Mereka akan melukai orang yang tidak bersalah. Tapi mereka bukanlah ancaman bagi kemajuan di Afghanistan.”

Menurut pernyataan ISAF di pangkalan operasi Achilles utara provinsi Helmand, akibat kehadiran Taliban, sejumlah 190 proyek pembangunan terpaksa dibekukan. Operasi militer NATO bertujuan untuk melanjutkan kembali pembangunan tersebut. Bendungan di kawasan Kayaki akan diperbaiki, kemudian mengalirkan listrik dan air untuk wilayah yang luas. ISAF juga melaporkan bahwa berhasil menewaskan komandan Taliban Mullah Jamaluddim di Garmsir. Juru bicara ISAF Collins menegaskan bahwa operasi Achilles baru saja dimulai demi masa depan Aghanistan.

Taliban dan milisi lainnya tidak berani melakukan serangan terbuka melawan ISAF. Menurut ISAF, masih belum jelas apakah Taliban sebenarnya siap sama sekali melawan ISAF, baik melakukan serangan gerilya dari pegunungan. Baru-baru ini seorang komandan Taliban di selatan Afghanistan menyatakan bahwa perang melawan tentara pemerintah dan sekutu asingnya akan berlangsung selama 15 hingga 20 tahun.

Iklan