Poso Kembali Rusuh | dunia | DW | 02.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Poso Kembali Rusuh

Akhir pekan kemarin, rangkaian bom kembali meledak di kota Poso Sulawesi Tengah. Meski tidak merenggut korban jiwa namun akibat peristiwa itu, ketegangan antar warga di kota yang pernah lama dilanda konflik itu kembali meningkat.

LSM setempat menganggap pengerahan pasukan besar-besaran bukan jawaban atas kekerasan di sana. Mereka bahkan mengkhawatirkan kedatangan pasukan itu malah berpotensi memicu konflik, jika aparat tidak bersikap netral.

Markas Kepolisian Indonesia menggelar pasukan besar-besaran ke kota Poso menyusul amuk massa dan rangkaian ledakan bom yang terjadi di kota itu akhir pekan kemarin.

Kepala Kepolisian Indonesia Sutanto mengatakan, kepolisian menerjunkan delapan kompi Brigade Mobil atau Brimob, untuk membantu mengamankan lokasi ledakan. Selain itu, polisi juga telah membentuk tim khusus untuk mengejar para pelaku teror.

Namun Kapolri mengaku belum bisa memastikan identitas dan motif para pelaku. Polisi sejauh ini baru menduga para pelaku berasal dari kelompok lama.

Selain 8 kompi Brimob, polisi sebelumnya telah mengerahkan 3.400 personilnya di Poso. Jumlah itu belum termasuk personel TNI yang khusus diperbantukan di sana. Namun dengan jumlah pasukan yang begitu besar, aparat keamananan tetap gagal meredam kekerasan di Poso.

Aktivis Kontras Palu, Agus Syamsu Alam mengatakan, tanpa penegakan hukum, dikirimkannya pasukan besar-besaran ke kota Poso tidak akan bisa menyelesaikan masalah, karena selama ini, menurut Agus, polisi gagal mengungkap pelaku utama kekerasan di kota itu. Ia juga merujuk kegagalan sejumlah operasi keamanan dan gelar pasukan yang dilakukan aparat keamanan sebelumnya.

Agus Syamsu Alam bahkan mengkhawatirkan, kehadiran aparat keamanan dalam jumlah besar malah akan memicu kembali konflik agama yang lebih besar, jika aparat tidak bersikap netral. Apalagi kuat dugaan bahwa kekerasan di Poso ini, ditujukan untuk merusak perdamaian yang telah terjalin antar warga

Menurut Agus polisi harus segera meminta bantuan para tokoh agama setempat dan menjelaskan kepada warga, bahwa rangkaian kekerasan itu bukan konflik agama.

  • Tanggal 02.10.2006
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPBd
  • Tanggal 02.10.2006
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPBd
Iklan