Posisi Cina dalam Konflik Atom Korut | dunia | DW | 13.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Posisi Cina dalam Konflik Atom Korut

Cina akhirnya menyetujui pemberian sanksi bagi Korea Utara. Namun apa bentuk sanksinya, belum diutarakan oleh pemerintahan Cina.

Percobaan senjata Atom Korut yang menuai banyak protes

Percobaan senjata Atom Korut yang menuai banyak protes

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Cina Liu Jianchao menyatakan langkah apa pun yang diambil, harus mampu menyelesaikan masalah yang ada dan mendesak agar program atom Korea Utara berhenti. Langkah tersebut juga harus mampu menciptakan keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea. Lebih lanjut Liu Jianchao mengatakan bahwa Cina saat ini masih membicarakan usulan untuk penyelesaian masalah ini.

Namun satu hal sudah jelas ditolak oleh Cina, yaitu serangan militer. Jika sanksi berupa sanksi ekonomi, maka ini adalah pukulan yang berat bagi Beijing. Para investor Cina menggali bahan mentah Korea Utara dan memproduksi disana. Namun ini bukanlah hal utama yang menahan Cina dalam pemberian sanksi yang terlalu berat. Beijing ingin dengan sekuat tenaga menghindari kehancuran Korea Utara. 90 persen seluruh pengiriman energi dan 80 persen seluruh pengiriman bahan pangan ke Korea Utara berasal dari Cina. Tanpa bantuan tersebut rakyat Korea Utara tidak akan bertahan hidup. Jika Beijing menghentikan pengiriman tersebut, maka akan terjadi gelombang pengungsi dari Korea Utara ke Cina. Karena itu lah Beijing tidak langsung memutuskan hubungan dengan negara tetangganya tersebut.

Sudah sejak lama Beijing berusaha membentuk Pyongyang menjadi negara dengan perekonomian yang sehat seperti Cina, supaya Korea Utara menjadi lebih kaya dan Cina tidak lagi harus membayar sedemikian banyak. Namun hingga kini mereka belum berhasil. Selain masalah perekonomian, ketertarikan akan kekuasaan juga menjadi alasan Cina untuk tidak memberikan hukuman yang terlalu berat bagi Korea Utara. Beijing ingin memperoleh posisi yang kuat di Asia. Ini berarti mereka bersaing dengan Amerika Serikat yang berhubungan dekat dengan Jepang. Amerika Serikat juga memiliki perjanjian tidak akan menyerang Taiwan dan Korea Selatan. Pasukan Amerika Serikat juga berpangkalan di Korea Selatan. Jika misalnya Kim Jong Il dijatuhkan oleh militer, maka pasukan ini akan segera berada di perbatasan ke Cina dan ini tidak diinginkan Beijing. Karena itulah jalan keluar yang damai sangat penting bagi Cina.

Ada lagi yang harus ditakuti Beijing, yaitu jika Korea Utara memiliki pengikut. Jepang yang memiliki senjata atom atau bahkan Taiwan akan menjadi mimpi buruk bagi Cina.

Iklan