Politik ′Satu Cina′ | Fokus | DW | 08.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Politik 'Satu Cina'

Pada Kongres Rakyat Cina di Beijing, Menlu Li Zhaoxing menggaris-bawahi peran negaranya di panggung politik dunia.

default

Menjaga perdamaian dunia dan dengan masyarakat internasional mengupayakan perdamaian dan stabilitas. Itulah tujuan utama politik luar negeri Cina. Dengan slogan ini menteri luar negeri Cina Li Zhaoxing hari Selasa (07/03) membuka konferensi pers tentang politik luar negeri pada Kongres Rakyat Cina di Beijing. Ia menggaris-bawahi kontribusi negaranya pada upaya penyelesaian konflik berskala internasional.

Cina sudah menyetujui untuk membawa kasus program atom Iran ke Dewan Keamanan PBB. Bagi banyak pengamat, langkah ini cukup mengejutkan, karena Iran adalah penyalur bahan mentah yang cukup penting bagi Cina. Tahun lalu, kedua negara menanda-tangani perjanjian pemasokan gas bumi dengan volume 10 juta ton gas setiap tahunnya. Selain itu disepakati perjanjian jual beli minyak. Cina juga bermaksud menjual pesawat penumpang tipe MD-90 kepada Iran.

Agar hubungan ekonomi kedua negara tidak terganggu, Cina berharap adanya penyelesaian diplomatis dalam sengketa program nuklir Iran. Menteri luar negeri Cina Li Zhaoxing mengutarakan harapan itu di sela-sela Kongres Rakyat Cina di Beijing.

Li Zhaoxing: "Dalam situasi saat ini, sangat penting bagi masyarakat internasional untuk berpegang pada upaya penyelesaian diplomatis. Masih ada ruang untuk itu, sehingga hal ini bisa diselesaikan dalam kerangka Badan Atom Internasional IAEA.“

Juga Taiwan jadi tema. Dua minggu lalu, presiden Taiwan Chen Sui Bian secara resmi membubarkan Dewan Penyatuan Kembali. Dewan ini memang tidak pernah aktif, tapi langkah tersebut tetap membuat Cina marah. Karena Cina melihat Taiwan sebagai provinsi yang makar, bukan negara yang berdiri sendiri. Menurut doktrin Cina, Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari teritorialnya. Jadi menteri luar negeri Cina kembali menegaskan, hanya ada satu Cina di dunia ini, dan Taiwan adalah bagian daripadanya.

Sejak tahun 1949, Taiwan secara resmi berada di bawah jaminan keamanan Amerika Serikat. Karena itu, Li Zhaoxing mengajukan tuntutan langsung kepada pemerintah Amerika Serikat.

Li Zhaoxing: "Masalah Taiwan merupakan beban besar. Kami harap, Amerika tetap berpegang pada politik satu Cina. Semoga Amerika menyadari, potensi ancaman yang muncul dari Taiwan yang ingin memisahkan diri. Kami harap Amerika menentang kecenderungan ini.“

Mengenai meningkatnya anggaran militer Cina, yang belakangan mendapat sorotan internasional, Menteri Luar Negeri Li Zhaoxing menanggapi, peningkatan anggaran tidak ada hubungannya dengan sengketa Taiwan dan situasi aktual saat ini. Ia menambahkan, secara keseluruhan anggaran militer Cina masih sangat kecil, dibandingkan misalnya dengan anggaran militer Amerika Serikat.