Politik Pertanian AS Hambat Perdagangan Bebas | dunia | DW | 30.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Politik Pertanian AS Hambat Perdagangan Bebas

Amerika Serikat percaya perdagangan bebas dapat membantu pertumbuhan ekonomi negara miskin.

"Perdagangan merupakan cara terbaik untuk membantu perekonomian negara miskin.“ Demikian diubngkapkan Presiden AS George W. Bush.

Prinsipnya memang begitu. Namun pada kenyataannya, politik George W. Bush yang pro perdagangan bebas mau tidak mau harus membelokkan prinsipnya. Contohnya saja pertanian Amerika Serikat. Lima tahun lalu Bush menandatangani Undang-undang Pertanian Bebas.

Isi undang-undang tersebut antara lain memberikan kebebasan pada para petani Amerika Serikat dalam menanami ladang mereka. Kebebasan ini didukung pemerintah Amerika Serikat dengan tunjangan, subsidi dan penetapan harga. Dan itu berlawanan dengan azas perdagangan bebas. Namun kebijakan itu mendapat dukungan sepenuhnya dari Kongres.

26 miliar Dollar dari pemasukan pajak tahun fiskal 2005 Amerika Serikat mengalir hanya untuk pertanian dan perusahaan pertanian. Misalnya untuk beras, susu, tembakau, kacang tanah dan gula. Dukungan diberikan sepenuhnya dan itu memicu antara lain harga gula yang sangat tinggi di negeri Paman Sam tersebut. Sebabnya pemerintah menetapkan harga minimum untuk melindungi produksi lokal. Untuk itu pemerintah Amerika Serikat melakukan pembatasan impor gula dari negara-negara berkembang.

Mekanisme semacam itu juga dilakukan untuk produk-produk pertanian lainnya. Para pakar memperhitungkan, kebijakan subsidi Amerika Serikat sebagai hal yang tidak masuk akal secara ekonomi. Konsumen Amerika Serikat selama ini menikmati manisnya gula dengan rabat lebih dari 50 persen harga gula di pasaran dunia, berkat kebijakan subsidi pemerintah Bush di Washington. Namun para petani kecil yang membutuhkan sama sekali tidak ikut menikmati sumbangan. Pihak yang mendapat keuntungan terbesar antara lain perusahaan pertanian kaya dan pertanian bisnis keluarga.

Claire McCaskill, senator Partai Demokrat dari Missouri mengritik praktik ekonomi pertanian yang dilakukan Bush. McCaskill ingin mengubah keadaan, namun dia juga paham konsekuensinya. McCaskill mengatakan:

"Saya ingin memastikan, kami mempertahankan kompetisi di bidang ekonomi pertanian. Itu agak sulit diwujudkan karena pengaruh besar perusahaan konglomerasi pertanian di Washington.”

Konglomerat pertanianlah yang memegang kendali hingga kini. Di lain sisi, pemerintah Amerika Serikat mendapat tekanan. Pembicaraan mengenai perdagangan dunia mengalami stagnasi antara lain karena pemerintah Amerika Serikat menahan aliran dana untuk pertanian. Jika Amerika Serikat tidak melakukannya, maka perekonomian negara adikuasa tersebut tetap diuntungkan dari perundingan kerja sama baru perdagangan bebas di bidang teknologi informasi, asuransi dan jasa keuangan lainnya. Direktur organisasi perdagangan dunia WTO Pascal Lamy memperingatkan:

"Dalam perekonomian dunia yang sudah mengglobal, seperti perekonomian Amerika Serikat, kami memerlukan kepemimpinan Amerika Serikat.”

Undang-Undang Pertanian Bebas atau Freedom of Farm Act akan berakhir masa berlakunya pada tahun 2008, hingga saat itu Kongres Amerika Serikat harus menyusun konsep baru, yaitu mengurangi subsidi. Hanya saja, di tahun 2008 pemilihan presiden Amerika Serikat, Dewan Perwakilan dan sebagian Senat juga diselenggarakan. Politisi mana yang berani mengurangi subsidi di tahun pemilihan?

Iklan