Politik Atom Amerika Serikat | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 24.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Politik Atom Amerika Serikat

Dalam politik atom, AS bersikap keras terhadap Iran dan Korea Utara tapi lunak terhadap Israel, India dan Pakistan

default

Tanpa senjata atom angkatan bersenjata Amerika Serikat sekarang ini sudah mempunyai pengaruh besar yang tidak dapat ditandingi negara lain dengan alat-alat konvensionalnya. Oleh karena itu senjata atom mempunyai arti yang istimewa bagi beberapa negara. Demikian ditekankan oleh Stephen P.Cohen dari Institut Brooking di Washington.

„Satu kemungkinan untuk melihat apakah suatu negara tidak diduduki oleh Amerika Serikat adalah apakah negara tersebut memiliki senjata atom atau tidak. Ini merupakan metode menakut-nakuti yang efektif.“

Dengan metode ini Amerika Serikat ingin mencegah negara-negara seperti Iran dan Korea Utara untuk memiliki senjata atom. Amerika Serikat masih bersikap agak longgar kepada negara-negara lain. Stephen Cohen mejelaskan

„Menurut saya disini ada pandangan, yang saya juga sependapat, bahwa senjata atom sendiri bukanlah sesuatu yang jahat. Dalam beberapa kondisi tertentu beberapa negara memang perlu senjata atom untuk dapat melindungi negaranya dari ancaman besar, seperti apapun bentuknya. Contohnya Israel dan Pakistan, yang harus selalu khawatir akan ancaman perusakan total dari negara-negara tetangga.“

Dalam hal ini India juga masuk dalam kategori tersebut. Banyak faktor yang berperan dalam toleransi politik atom dari Amerika Serikat bagi negara-negara ini: kepentingan ekonomi, dalam kasus Pakistan dukungan dalam perang melawan teror dan percobaan untuk menggagalkan ambisi Cina menjadi kekuatan besar di Asia. Senjata atom Cina – disamping Rusia – merupakan satu-satunya senjata atom yang benar-benar dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat. Karena itu sejak tahun 2005 Amerika serikat menempatkan dua kapal selam atom di samudra Pasifik.

Pada dasarnya Amerika Serikat – seperti juga Rusia – sedang terus mengurangi persediaan senjata nuklirnya. Tetapi Amerika Serikat tidak akan melepaskan senjata atomnya secara total, karena prinsip menakut-nakuti ini tetap digunakan setelah akhir perang dingin. Walaupun masa dimana orang harus berpikir berbeda sudah datang, seperti yang dikatakan Stephen Cohen. Ia juga memberi petunjuk akan faktor lain, yaitu industri senjata nuklir di beberapa negara bagian Amerika Serikat

„Para senator dari beberapa negara bagian yang mempunyai reaktor nuklir tidak ingin kehilangan sokongan finansial bagi instansi-instansi ini. Para senator dan anggota parlemen dari Kalifornia, New Meksiko, Arizona, Tennessee dan beberapa negara bagian lain merupakan bagian dari lobi nuklir in Washington dan mereka menginginkan agar prgram-pragran atom mereka tetap dibiayai.“

Demikian posisi pemerintah Amerika Serikat dan juga kongressnya sebelum adanya perubahan drastis politik atom Amerika Serikat . Sekarang ini haluan yang akan diambil di masa depan sedang didiskusikan di Washington.

Iklan