Polisi Timor Leste Siksa Tahanan | Fokus | DW | 22.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Polisi Timor Leste Siksa Tahanan

Organisasi Hak-hak Asasi Manusia internasional Human Right Watch HRW dan organisasi HAM di Timor Leste memprotes tindakan kekerasan aparat kepolisian Timor Leste PNTL terhadap tahanan mereka.

HRW: Kasus kekerasan oleh polisi jarang ditanggapi secara serius

HRW: Kasus kekerasan oleh polisi jarang ditanggapi secara serius

Organisasi Hak-hak Asasi Manusia Internasional Human Right Watch HRW mendesak Pemerintahan Timor Leste untuk segera menangani masalah penyiksaan dan perlakuan buruk polisi terhadap tahanan di negara itu. Sebab telah begitu sering penyiksaan tersebut dilakukan. Penyiksaan demi penyiksaan tersebut tercatat dalam laporan HRW yang bertajuk “Langkah Awal yang Tersiksa: Kekerasan Polisi dan Awal Kekebalan Hukum di Timor Leste."

Kekebalan Hukum Harud Dihapus

HRW beserta organisasi HAM lainnya di Timor Leste memperoleh data tentang kekerasan tersebut lewat saksi mata dan korban penyiksaan. Bahkan beberapa diantaranya dirawat di rumah sakit, karena cedera serius yang mereka derita. Aniceto Neves dari Yayasan HAK mengatakan, HRW dan organisasi-organisasi HAM di Timor Leste sepakat, bahwa mekanisme tanggung jawab internal dan independen perlu diperkuat untuk menghentikan kekebalan hukum bagi para petugas yang melakukan penyiksaan.

Diperlukan Banyak Bantuan

Menurut HRW, Badan pengawas internal utama polisi, Unit Etika dan Moral Profesional PEDU seringkali gagal menanggapi kasus kekerasan polisi secara serius, menelusuri pengaduan atau mendisiplinkan petugas kepolisian. Human Right Watch juga meminta donor internasional untuk mendukung terciptanya badan pengawasan yang lebih independen terhadap kekerasan yang dilakukan polisi. Juga membantu memberikan dana dan merencanakan strategi-strategi jangka panjang mengenai pengembangan, pelatihan dan dukungan lainnya bagi polisi Timor Leste. Aniceto Neeves dari Yayasan HAK menambahkan, usia seumur jagung kepolisian Timor Leste ini memang masih sangat membutuhkan banyak pelatihan. Termasuk seputar pemahaman masalah HAM. Apalagi budaya kekerasan yang NI dan polisi Indonesia di masa lampau membawa pengaruh yang tidak sedikit bagi Timor Leste.

Keamanan Ditangan PNTL

Usaha rekrutmen prajurit kepolisisan baru di Timor Leste dimulai awal tahun 2000. Pelatihan dasar diberikan di bawah pengawasan Administrasi Transisi PBB di Timor Leste. Tanggal 10 Agustus 2001, Kepolisian Timor Leste dibentuk bersama-sama CivPol, Polisi Sipil Perserikatan Bangsa bangsa PBB. Namanya kemudian menjadi Polisi Nasional TimorLeste atau PNTL. Baru tahun 2003 polisi sipil PBB menyerahkan kewenangan dan tugas umum kepolisian sepenuhnya kepada PNTL.