Polisi Buru Pelaku Teror di Wina dalam Pencarian Besar-besaran | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.11.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Terorisme

Polisi Buru Pelaku Teror di Wina dalam Pencarian Besar-besaran

Polisi lakukan pencarian besar-besaran terhadap pelaku teror yang menewaskan empat warga sipil di Wina, Austria. Otoritas Austria mengatakan setidaknya satu “teroris Islamis” menjadi pelaku dalam serangan teror itu.

Ratusan aparat kepolisian telah dikerahkan di seluruh Wina untuk memburu para pelaku teror bersenjata yang melepaskan tembakan di beberapa lokasi di Wina, Austria pada Senin (02/11) malam waktu setempat. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan 17 lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Insiden penembakan di Wina terjadi ketika banyak warga tengah berada di luar rumah untuk menikmati malam terkahir sebelum aturan lockdown nasional guna menahan laju infeksi corona diberlakukan.

Seorang terduga pelaku yang bersenjatakan senapan serbu dan mengenakan rompi bunuh diri palsu, ditembak mati oleh polisi.

Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer mengatakan pada konferensi pers pada Selasa (03/11) pagi bahwa hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pria tersebut adalah simpatisan kelompok ekstremis “Islamic State” alias ISIS. Karl juga menambahkan bahwa kemungkinan masih ada pelaku-pelaku lain yang saat ini masih dalam pelarian, sehingga mendesak warga untuk tinggal di dalam rumah jika memungkinkan.

Dua pria dan dua perempuan telah dikonfirmasi meninggal dunia akibat serangan teror di Wina. Sementara, otoritas kesehatan Austria, seperti dikutip oleh kantor berita Austria APA, mengatakan, tujuh korban serangan berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Sebelumnya, departemen kepolisian Wina mengatakan dalam sebuah cuitan bahwa para tersangka bersenjata melepaskan "beberapa tembakan", dimulai dari lokasi dekat sinagoge Seitenstettengasse, tempat ibadah utama umat Yahudi di Wina. Serangan itu dilakukan oleh para "tersangka bersenjata di enam lokasi berbeda" di seluruh kota.

Wina, Austria

Serangan penembakan dilaporkan terjadi di enam lokasi berbeda di Wina, Austria.

Kanselir Austria serukan persatuan

Kanselir Austria Sebastian Kurz menggambarkan penembakan itu sebagai “serangan teror yang menjijikkan” dan menyerukan warganya untuk bersatu setelah serangan teror itu.

Dalam pidatonya yang disiarkan melalui televisi pada Selasa (03/11), ia bersumpah akan terus mempertahankan demokrasi, hak-hak fundamental dan cara hidup liberal yang dianut oleh negara.

“Kami tidak akan pernah membiarkan kebencian ini menyebar,” kata Kurz dalam pidatonya.

“Kita harus sadar bahwa ini bukanlah konflik antara kaum Kristen dan Muslim atau antara Austria dan migran” katanya menambahkan. “Musuh kita – terorisme Islamis – tidak hanya ingin menyebabkan kematian dan penderitaan, tetapi juga ingin memecah belah masyarakat kita.”

Kanselir Austria Sebastian Kurz

Kanselir Austria Sebastian Kurz: "Kami tidak akan pernah membiarkan kebencian ini menyebar"

Solidaritas pemimpin Eropa

Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui akun Twitternya menanggapi serangan itu: "Kami terkejut dan berbagi kesedihan dengan rakyat Austria setelah serangan di Wina. Ini adalah Eropa kami. Musuh kami perlu tahu dengan siapa mereka berurusan. Kami tidak akan menyerah pada apa pun."

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengungkapkan hal senada dengan Macron dalam menyampaikan solidaritas dengan rakyat Austria.

"Saya terkejut dan sedih dengan serangan brutal yang terjadi di Wina. Pikiran saya tertuju pada keluarga para korban dan rakyat Austria. Eropa bersama dalam solidaritas penuh dengan Austria. Kami lebih kuat dari kebencian dan terror,” ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Jerman juga menanggapi serangan terror di Wina dan menyampaikan solidaritasnya di Twitter.

"Malam ini kami menerima laporan yang menakutkan dan mengganggu. Bahkan jika luasan teror belum diketahui, pikiran kami tertuju pada orang-orang yang terluka dan para korban di saat-saat sulit ini. Kita tidak boleh menyerah pada kebencian yang dimaksudkan untuk memecah belah masyarakat kita."

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengutuk serangan itu dan menulis di Twitternya bahwa "tidak ada tempat untuk kebencian dan kekerasan di rumah Eropa kita bersama."

Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio menambahkan, "Kami sangat prihatin mengikuti berita buruk yang datang dari Wina.”

Ia menanggapi serangan teror di Wina sebagai "Serangan keji yang sangat kami kecam. Italia dekat dengan rakyat Austria. Eropa harus merespons."  

PBB kutuk serangan teror

Kantor Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres merilis pernyataan menyusul serangan teror Senin (02/11) malam di Wina.
"Sekretaris Jenderal mengikuti dengan sangat prihatin situasi yang masih berkembang di pusat kota Wina, di mana serangan kekerasan di beberapa tempat telah dilaporkan hari ini,” demikian menurut pernyataan itu.

Dituliskan dalam pernyataan tersebut: "Sekretaris Jenderal mengutuk keras serangan ini dan menegaskan kembali solidaritas Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan rakyat dan pemerintah Austria.” 

gtp/yf (AFP, Reuters, AP)


 

Laporan Pilihan