India Diserang Penyakit Misterius, Pemerintah Selidiki Senyawa Beracun Pestisida | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 08.12.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

India

India Diserang Penyakit Misterius, Pemerintah Selidiki Senyawa Beracun Pestisida

Bukan COVID-19, negara bagian Andhra Pradesh di India tengah diserang penyakit misterius. Ratusan orang dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal. Pemerintah selidiki penggunaan organoklorin sebagai penyebab.

Rumah sakit pemerintah di Eluru, Andhra Pradesh, India

Ratusan orang dirawat di rumah sakit pemerintah di Eluru, negara bagian Andhra Pradesh, India, karena penyakit yang belum diketahui (06/12)

Pada Selasa (08/12), otoritas India tengah menyelidiki apakah senyawa organoklorin yang digunakan sebagai pestisida atau pembasmi nyamuk menjadi penyebab tewasnya satu orang lebih dari 400 orang lainnya dirawat di rumah sakit di negara bagian selatan Andhra Pradesh dalam beberapa hari terakhir.

Penyakit misterius ini telah menginfeksi lebih dari 300 anak, dengan kebanyakan dari mereka menderita pusing, pingsan, sakit kepala, dan muntah. Sementara tes COVID-19 mereka menunjukkan hasil negatif.

Anggota parlemen federal GVL Narasimha Rao, yang berasal dari Andhra Pradesh, lewat cuitan di akun Twitter-nya mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan para ahli medis pemerintah dan bahwa "penyebab yang paling mungkin adalah senyawa beracun organoklorin."

"Itu salah satu kemungkinannya," kata Geeta Prasadini, direktur kesehatan masyarakat di negara bagian Andhra Pradesh. Prasadini menambahkan bahwa pihaknya tengah menunggu laporan pengujian untuk memastikan penyebabnya.

Dia mengatakan tidak ada penambahan kasus serius serupa dalam 24 jam terakhir.

Penyakit misterius muncul akhir minggu lalu

Penyakit ini pertama kali terdeteksi Sabtu (05/12) malam di Eluru, sebuah kota di India yang terkenal akan kerajinan kain tenunnya. Dokter di rumah sakit setempat menyampaikan bahwa para pasien mengalami gejala muali dari maul, cemas, hingga kehilangan kesadaran.

Media lokal Press Trust of India melaporkan seorang pria berusia 45 tahun meninggal setelah mengalami kejang-kejang dan mual.

Otoritas India kemudian mengambil sampel air dari daerah setempat tetapi tidak menemukan adanya tanda-tanda kontaminasi. Terlebih lagi orang-orang yang tidak memakai pasokan air  pemerintah juga turut jatuh sakit.

Perdana menteri negara bagian Andhra Pradesh, Y.S. Jagan Mohan Reddy langsung mengunjungi rumah sakit pemerintah dan bertemu pasien yang sakit.

Negara bagian Andhra Pradesh adalah salah satu negara bagian yang paling parah terinfeksi COVID-19, dengan lebih dari 800.000 kasus terdeteksi. Rumah sakit di negara bagian tersebut dipenuhi pasien COVID-19m sama halnya di negara-negara bagian India lainnya. Hingga berita ini diturunkan lebih dari 9,7 juta orang terinfeksi COVID-19 dan nyaris 150 ribu orang meninggal dunia di seluruh India.

rap/hp (Reuters, AP)

Laporan Pilihan