PM Wen Jiabao pada KTT Hamburg | Fokus | DW | 14.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

PM Wen Jiabao pada KTT Hamburg

Kerjasama perdagangan antara Uni Eropa dan Cina masih kurang dan memiliki hambatan.

Helmut Schmidt: kemajuan di Cina dapat menjadi contoh bagi negara berkembang

Helmut Schmidt: kemajuan di Cina dapat menjadi contoh bagi negara berkembang

Sejak akhir tahun 1990an Republik Rakyat Cina berdiri sebagai kekuatan ekomonomi. Sementara itu Cina sudah maju menjadi bangsa pedagang terbesar keempat di dunia. Posisi manakah yang diambil Cina dalam dunia yang terglobalisasi ini? Apakah pekembangan luar biasa ini akan bertahan lama? Apakah Cina dapat mengendalikan kerusakan lingkungan hidup yang terjadi? Pertanyaan-pertanyaan ini dan pertanyaan menegangkan lainnya dibahas oleh para peserta Konfrensi Tingkat Tinggi Hamburg yang berlangsung selama tiga hari ini.

Pada makan malam pembukaan, ketua Kamar Dagang Hamburg, Karl Joachim Dreyer, menjanjikan dukungannya kepada tamu penting dari Timur Jauh ini, setidaknya di bidang perdagangan.

"Pihak Eropa akan menolong Anda dan negara Anda dalam perkembangan kekuatan selanjutnya, Tuan Perdana Menteri. Pada saat yang bersamaan kami ingin berkonsentrasi terhadap pengurangan rintangan perdagangan antara Eropa dan Cina.“

Pada pembicaraan ini, lanjut Dreyer, penguatan sistem hukum juga harus dibahas agar ada pondasi yang stabil untuk keterlibatan perekonomian swasta.

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao menekankan, bahwa pembangunan sebuah negara hukum dan kelanjutan arah pembaharuan juga sangat ia perhatikan. Wen Jiabao memberi komentar yang terdengar bagus tentang tema perdagangan.

"Saya tahu, bahwa perdagangan antara kami dan Uni Eropa menunjukkan kekurangan. Kami menginginkan perdagangan yang seimbang. Tujuan kami bukan untuk memperoleh laba perdagangan. Kami ingin meningkatkan impor dari Uni Eropa, dari Jerman. Terutama ekspor barang-barang berteknologi tinggi.“

Wen menjanjikan upaya yang lebih besar untuk melindungi hak kekayaan intelektual. Hal ini disambut dengan baik oleh mantan kanslir Jerman, Helmut Schmidt. Pada pidatonya, ia memberikan pujian dan penghargaan kepada tamu penting ini.

Cina adalah panutan bagi semua negara berkembang di dunia. Saya tahu bagaimana sulitnya untuk memerintah 80 juta orang. Jumlah penduduk Cina 15 kali lebih besar daripada jumlah penduduk Jerman. Oleh karena itu memerintah negara seperti Cina jauh lebih sulit daripada mengatur negara Jerman.“

Tuan rumah Jerman terlihat berusaha untuk melakukan segalanya untuk memberi pelayanan yang baik kepada 100 orang delegasi Cina, termasuk penguasaan bahasa Cina. Pertunjukkan kembang api yang menakjubkan di tepi sungai Alster setelah makan malam mempunyai judul "Malam Harmonis antara Jerman dan Cina“. Judul ini tampaknya merupakan sebuah sindiran atas melemahnya partai komunis untuk membangun sebuah masyarakat yang harmonis.