PM Israel Isyaratkan Dukung Resolusi PBB | Fokus | DW | 12.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

PM Israel Isyaratkan Dukung Resolusi PBB

Rancangan resolusi PBB yang terakhir sudah diterima Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Sementara Perdana Menteri Lebanon Fuad Siniora mengisyaratkan masih akan membahasnya hari Sabtu (12/08) ini.

DK PBB rancang resolusi konflik Israel-Hisbullah

DK PBB rancang resolusi konflik Israel-Hisbullah

Resolusi PBB itu menyebutkan jadwal penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Lebanon. Selain menjamin dilibatkannya pasukan perdamaian internasional UNIFIL, yang bersama pasukan Lebanon akan menjaga wilayah perbatasan Lebanon Selatan dan Israel Utara. Sedangkan kelompok Hisbullah diharuskan keluar dari wilayah selatan sungai Litani, yang berada 20 km dari perbatasan Israel itu.

Ketentuan mengenai kurun waktu penarikan tentara Israel dari Lebanon dan bentuk dari pasukan internasional itu merupakan dua butir masalah yang sebelumnya menghambat perumusan resolusi yang diharapkan segera menghentikan perang tersebut. Dalam perang ini sudah lebih dari 1000 orang warga sipil Lebanon tewas, banyak diantaranya anak-anak. Sementara di pihak Israel, korban yang jatuh sudah mencapai 123 warga sipil.

Sementara pererangan masih berlanjut. Jum'at (11/08) siang kemarin kelompok Hisbulah mengaku telah menembakkan 130 rudal Katusha secara bersusulan ke wilayah Israel. Sedangkan serangan udara Israel atas sebuah jembatan di utara kota Akkar dekat perbatasan dengan Suriah menewaskan 12 warga sipil, 198 warga sipil lainnya luka-luka. Menurut Israel, operasi itu bertujuan menghadang datangnya lebih banyak bantuan bagi Hisbullah dari Suriah. Di jalan menuju wilayah sungai Litani, sebuah konvoi palang merah di bom, dua orang pekerjanya luka-luka. Jan Eggeland koordinator bantuan Kemanusiann PBB mengatakan:

"Ini betul-betul sebuah krisis. Israel memang telah mengatakan, bahwa setiap kendaraan yang bergerak di jalan menuju sungai Litani akan diserang, juga orang-orang yang berusaha melarikan diri dengan kendaraan.“

Sementara 27 negara dari 47 negara anggota Dewan Hak Azasi Manusia PBB telah menyepakati resolusi pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki serangan sistematis Israel terhadap warga sipil di Lebanon. Rancangan resolusi itu diajukan negara-negara Islam beserta Cina, Russia dan Afrika Selatan. Dalam penetapan resolusi itu, sebelas negara lainnya menolak dan satu negara abstain.