PM Inggris Tony Blair ′Akan′ Mundur | Fokus | DW | 08.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

PM Inggris Tony Blair 'Akan' Mundur

Tekanan yang dialami Tony Blair semakin berat; hasil buruk partai Buruh pada pemilihan komunal minggu lalu dan tuntutan dari beberapa anggota Partai Buruh agar Blair segera mundur.

Perdana Menteri Inggris Tony Blair

Perdana Menteri Inggris Tony Blair

Tony Blair menyatakan tidak akan terus bertahan di posisinya sebagai perdana menteri Inggris. Ia juga menyebut nama Gordon Brown, Menteri Keuangan Inggris, sebagai sosok yang ia inginkan sebagai penerusnya. Namun, kapan pastinya Blair akan mengundurkan diri tetap tidak jelas. Pada konverensi pers, hari Senin (8/5) ini, Blair mengatakan bahwa jika ia mengeluarkan secara resmi tanggal pengunduran dirinya, ini tidak akan menyelesaikan masalah yang ada, melainkan hanya akan menimbulkan permasalahan yang baru.

Sebuah tanggal pengunduran diri akan melumpuhkan pekerjaan pemerintahan. Dan membahayakan perubahan yang tengah kami lakukan untuk Inggris. Dan dengan demikian dapat merugikan negara ini.”

Namun pernyataan Blair dikritik oleh David Cameron, pemimpin partai oposisi Konservatif yang berusia 14 tahun lebih muda dari Blair.

Menurut saya, perdana menteri melakukan kesalahan besar dengan mengumumkan bahwa ia akan pergi. Karena kewibawaannya mulai menghilang detik itu juga. Dan kini kita berada dalam situasi yang tidak jelas. Sebaiknya ia mengundurkan diri secepat mungkin.”

Setelah partai Buruh untuk ketiga kalinya memenangkan pemilihan umum bulan Mei tahun lalu, Blair sebenarnya telah menyatakan bahwa ia tidak akan mencalonkan dirinya kembali tahun 2010 mendatang. Namun, hasil pemilihan komunal yang buruk minggu lalu, menimbulkan tekanan terhadap Blair untuk segera mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada Gordon Brown. Semenjak itu, tuntutan mundur dan kritikan tajam tidak berhenti menghujani Blair.

Dalam konverensi pers ini pun, Blair tidak luput dari pertanyaan-pertanyaan kritis para wartawan yang hadir. Apakah ini akhir dari seorang Tony Blair? Simon Jenkins, wartawan bidang politik dari koran Inggris The Guardian, tidak yakin Blair dapat begitu mudah dikalahkan.

Sebaiknya Anda tidak meremehkan kemampuan politik Tony Blair. Ia adalah seorang perdana menteri yang sangat buruk, tetapi ia selalu menjadi pemimpin partai yang hebat. Jadi, saya hanya bisa mengatakan permainan ini belum berakhir. Ia memiliki karakter yang tangguh dan ia tidak akan mundur tanpa perjuangan.” (vd)