Pindah Jurusan di Jerman? | DWNESIA: Wadah bagi komunitas DW untuk berbagi kisah dan pendapat | DW | 23.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

DW Kampus

Pindah Jurusan di Jerman?

Pindah jurusan bukan hal yang tidak lazim dialami oleh pelajar asing di Jerman. Bagi Maisya Omita Gusti, memilih jurusan yang tepat butuh waktu. Yang paling penting adalah mengetahui kebutuhan dan keinginan sendiri.

Memilih jurusan yang tepat untuk kuliah membutuhkan proses, itulah yang dialami oleh Maisya Omita Gusti. Layaknya siswa asing lain yang berkuliah di Jerman, perempuan yang akrab disapa Maisya ini, awalnya menjalani les Bahasa Jerman dan Studienkolleg. Setelah lulus sekolah penyetaraan tersebut, ia memutuskan untuk mengambil jurusan Facility Management di Hochschule für Technik und Wirtschaft Berlin.

Setelah berkuliah selama satu semester, Maisya merasa kurang cocok dengan jurusan yang ia jalani dan mulai mencari jurusan serta universitas lain yang lebih sesuai dengan keinginannya. Akhirnya ia pun menemukan jurusan International Business and Management di Hochschule Rhein-Waal, Kleve. Kebetulan jurusan yang ia ambil sekarang berbahasa Inggris, "Jadi poin plus banget buat aku,” tutur siswa semester 5 ini. Selain faktor bahasa, Maisya juga punya adalah keinginan untuk berkecimpung di dunia bisnis tingkat internasional. Ia juga menyukai pelajaran yang ditawarkan, yang meliputi keuangan, hukum – sipil, perdata dan bisnis, pajak, manajemen intercultural dan juga belajar tentang social science.

Bagaimana proses berkuliah dalam bahasa Inggris?

Tidak jauh beda dengan jalur persiapan kuliah biasa, Maisya juga masih harus menyertakan sertifikat kelulusan Studienkolleg. Perbedaannya adalah, ia harus menyertakan juga sertifikat tes bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL dengan nilai setara B2. Namun bagi siswa yang bersekolah di sekolah internasional dan memiliki sertifikat seperti A-Level, mereka bisa menggunakan sertifikat tersebut, karena sudah diakui di Jerman.

Terkait kesempatan bekerja di masa depan "Untuk pekerjaan setelah lulus itu sebenarnya diserahkan kepada perusahaan itu sendiri, mau menerima kita yang bisa bahasa Inggris atau tidak selama lowongan atau pekerjaan itu sendiri punya relasi atau nyambung sama yang kita pelajari,” tutur perempuan asal Jakarta ini.

Tidak sekadar pindah jurusan

Perempuan yang hobi memasak mengatakan bahwa pindah jurusan merupakan sesuatu yang normal dialami oleh pelajar asing. Baginya itu bukanlah sesuatu yang negatif, "Karena pas kita mencari sekolah atau jurusan yang pas buat kita itu ‘kan membutuhkan waktu dan membutuhkan adaptasi. Jadi walaupun sudah semester tinggi atau masih semester awal pindah jurusan, mengambil keputusan seperti itu enggak apa-apa banget,” ujarnya. Hal ini tentu tidak mudah baginya, ia membutuhkan waktu beberapa bulan sampai akhirnya mengambil keputusan akan pindah jursan dan universitas. Berbagai hal menjadi pertimbangannya seperti, apakah program studi dan tempat kuliah barunya akan cocok dengan apa yang ia inginkan, atau lebih baik bertahan di jurusannya tersebut dan masih banyak hal lainnya. Awalnya keluarganya kurang setuju, namun bagi Maisya, itu menjadi tugasnya untuk memberi pengertian dan meyakinkan orang tuanya bahwa ia bisa lebih baik jika mengambil jurusan yang sesuai dengan minatnya. Sekarang ia senang dengan langkah yang ia ambil ini dan menikmati kuliah yang benar-benar ia inginkan ini.

Pada umumnya jika siswa asing ingin pindah jurusan, mereka disarankan melakukannya dalam kurun waktu tiga semester pertama. Pindah jurusan juga bisa dilakukan setelah semester tiga, namun hal ini bisa lebih sulit, karena hal itu berkaitan dengan izin tinggal dan sisa waktu untuk kuliah di Jerman. Izin tinggal seorang pelajar di Jerman diberikan sesuai dengan keterangan jurusan dan jenis perguruan tinggi (seperti universitas atau Ausbildung)  yang dijalankan.

Di samping sertifikat Studienkolleg, dokumen seperti transkrip nilai mungkin akan dibutuhkan bagi mereka yang sudah menjalani kuliah setelah semester tiga. Dengan begitu pihak universitas bisa tahu apakah modul-modul yang sudah dijalankan selama itu sesuai bisa diperhitungkan untuk jurusan yang baru. Namun mengingat kebijakan setiap universitas dan kota bisa berbeda, siswa sebaiknya juga mencari informasi selengkap mungkin dari pihak universitas, seperti melalui Studierendenservicecenter atau International Office. Selain itu, lebih baik juga kunjungi dinas petugas orang asing untuk memastikan apakah pindah jurusan atau universitas diperbolehkan untuk menghindari masalah di masa kuliah nantinya. 

Pertimbangkan langkah dengan matang

Saran Maisya bagi pelajar yang ingin pindah jurusan adalah mempertimbangkan matang-matang langkah tersebut. Semua tergantung keinginan dan kebutuhan sendiri – sesuatu yang hanya diketahui oleh masing-masing pribadi. Ia mengingatkan untuk tidak mengambil keputusan hanya karena ikut-ikut saja.

vv/yp