Pilih KH. Ma′ruf Amin, Jokowi Tuai Kekecewaan | dunia | DW | 09.08.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Pilpres 2019

Pilih KH. Ma'ruf Amin, Jokowi Tuai Kekecewaan

Pilihan Presiden Joko Widodo menjadikan KH. Ma'ruf Amin sebagai calon pendamping menuju Pilpres 2019 tidak disambut semua pihak. Sebagian pendukung menyayangkan keputusan tersebut.

Hingga detik-detik terakhir Joko Widodo diyakini akan memilih Mahfud MD sebagai calon wakil presiden untuk pemilu kepresidenan 2019. Toh pada akhirnya KH. Ma'ruf Amin yang terpilih mendampingi orang nomer satu di Indonesia itu.

Tidak semua menyambut pilihan Jokowi. Sebagian pendukung bekas gubernur DKI Basuku Tjahaja Purnama misalnya belum melupakan kiprah ketua Majelis Ulama Indonesia ini dalam menyebloskan Ahok ke penjara atas dugaan penistaan agama. Sementara yang lain menyayangkan gagalnya Mahfud MD dipilih sebagai cawapres meski isu yang sempat santer.

Ironisnya dukungan malah didulang Jokowi dari Wakil Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Andi Arief, yang menilai sosok Ma'ruf Amin merupakan pilihan yang bijak. Dukungan juga dilayangkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Yusuf Martak seperti dikabarkan Tirto.id.

Presiden Jokowi beralasankapasitas KH. Ma'ruf Amin sebagai tokoh muslim tidak diragukan lagi. "Ma'ruf Amin, lahir di 11 Maret 1943, adalah sosok sebagai tokoh agama yang bijaksana. Beliau duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais Aam NU, dan Ketua MUI, Majelis Ulama Indonesia," kata Jokowi di Plataran Menteng, seperti dilansir Detikcom, Kamis (9/8).

"Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Prof Dr KH Ma'ruf Amin saat ini menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila," lanjutnya.

Namun sejumlah netizen misalnya menyayangkan proses pemilihan yang dinilai mencederai sosok Mahfud di hadapan publik. Hingga Kamis pagi nama Mahfud masih ditempatkan di urutan pertama daftar bacawapres Jokowi. Mahfud bahkan mengaku diminta mengkur baju oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

"Kalau resminya sih tadi pagi, dimintai curriculum vitae, tadi malam diminta untuk standby tapi belum diberi tahu, tadi pagi saya diminta curriculum vitae dan diminta mengukur kemeja putih itu favoritnya Pak Jokowi," kata Mahfud kepada Detikcom.

Lewat akun Twitternya, Direktur Intrans, Andi Saiful Haq yang menemani Mahfud mengisahkan suasana di kediamannya saat Jokowi mengumumkan nama KH. Maruf Amin di televisi. "Air mukanya tdk berubah. Dia negarawan sejati," tulisnya.

rzn/yf (detik, tirtoid. kompas)

Laporan Pilihan

Iklan