Pidato Bush di Kongres | Fokus | DW | 24.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pidato Bush di Kongres

Walau pun belakangan ini, Presiden Amerika Serikat George W. Bush tenggelam popularitasnya, kemarin ia dengan percaya diri membela keputusan-keputusan politiknya.

Presiden AS George W. Bush

Presiden AS George W. Bush

George W. Bush berpidato di hadapan para anggota kongres, yang kini mayoritasnya dikuasai Partai Demokrat. Bahkan di awal pidatonya, ia berhasil memperoleh sambutan tepuk tangan dari para politisi partai rivalnya ini.

"Malam ini saya mendapatkan kehormatan sebagai Presiden Amerika Serikat pertama yang memulai pidatonya dengan kata-kata: Ibu Ketua Kongres.“

Setelah usahanya untuk beramah-tamah dengan sang ibu ketua kongres dari Partai Demokrat, Nancy Pelosi, Bush langsung masuk ke isi pidato yang sesungguhnya. Tentu saja dengan tegang ditunggu ulasan mengenai peran di masa depan tentara Amerika Serikat di Irak. Menurut Bush, ia menambah jumlah pasukan di sana, karena ia masih melihat peluang bagus untuk sukses. Dengan nada patriotik Bush menegaskan:

"Negara kita mengikuti sebuah strategi baru dalam politik Irak dan saya meminta Anda untuk memberikan kesempatan. Dan saya memohon Anda untuk mendukung pasukan kita yang berada di sana dan pasukan yang dalam perjalanan menuju ke sana.“

Bush mengusulkan untuk membentuk dewan penasihat dalam perang melawan teror. Anggota kongres dari kedua partailah yang kemudian akan bekerja sama dalam dewan tersebut. Bush juga sepakat untuk berkonsultasi lebih banyak dengan para anggota kongres.

Masalah politik energi dan lingkungan hidup juga tidak luput dalam pidato Bush.

"Malam ini saya meminta kongres untuk memikirkan suatu sasaran: kita harus menurunkan penggunaan bensin dalam 10 tahun ke depan sebanyak 20 persen.“

Masih menurut Bush, ini dapat dicapai melalui penggunaan bahan bakar alternatif, seperti etanol dan juga penggunaan mobil yang hemat energi. Alasan utama perubahan politik lingkungan hidup dari Gedung Putih ini adalah: Amerika Serikat ingin melepaskan ketergantungannya dari suplai minyak luar negeri.

Selain itu Bush juga menyentuh tema-tema lain seperti masalah pajak dan imigrasi. Namun, tetap saja tema yang paling dibicarakan seusai pidatonya adalah tentang Irak. Bahkan Partai Republik sendiri tampak skeptis. Perbedaan pendapat dalam kubu Bush ini dimanfaatkan oleh Partai Demokrat. Senator Jim Webb dari Partai Demokrat menyatakan kekecewaannya akan pidato Bush mengenai situasi Irak. Berikut komentar Webb mengenai tawaran Bush untuk suatu kerja sama dalam menangani masalah tersebut:

"Jika ia mengikuti usulan kami, maka kami akan bekerja sama dengannya. Jika tidak, maka kami yang akan memberi arahan.“