Pidato Bush di Depan Kongres | Fokus | DW | 01.02.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pidato Bush di Depan Kongres

Pidato George W. Bush penuh semangat perjuangan dan sarat dengan upaya untuk melawan suasana pesimis di dalam negeri.

Bush berpidato tentang situasi bangsa AS.

Bush berpidato tentang situasi bangsa AS.

Menanggapi kritik yang berkembang terhadap pendudukan militer di Irak, Bush memperingatkan, jangan sampai kritik itu mengakibatkan AS menutup diri dari dunia luar. Misi bersejarah Amerika dalam soal kepemimpinan di dunia ini tidak punya alternatif, terutama sejak 11 September 2001.

George W. Bush: "Di luar negeri, bangsa kita terikat pada tujuan yang bersejarah dan berjangka panjang. Kita berupaya menghapuskan tirani di dunia. Sebagian menolak tujuan itu sebagai idealisme yang salah jalan. Dalam kenyataannya, masa depan keamanan Amerika tergantung pada hal itu."

Amerika, demikian kata Bush, tidak akan mundur dalam menghadapi tantangan dari teror Islam radikal dan tidak akan membiarkan dunia diserang. Karenanya, tindakan yang diambil di Irak dan Afghanistan juga tetap ofensif. Pengurangan pasukan hanya dilakukan dengan persetujuan pihak militer. Pemilu di Afganistan, Irak, Mesir, Arab Saudi dan di wilayah Palestina menunjukkan, demokrasi di kawasan tersebut juga tengah bergerak maju. Kepada gerakan Hamas yang memenangkan pemilihan parlemen di Palestina, Bush menyerukan:

George W. Bush: "Rakyat Palestina sudah memberikan suara, sekarang para pemimpin Hamas harus mengakui eksistensi Israel, menyerahkan senjata, menolak terorisme dan berupaya mewujudkan perdamaian abadi."

Di samping itu Bush memperingatkan dunia, bahayanya membiarkan Iran memiliki persenjataan nuklir. Ia menyatakan harapan bahwa suatu hari kelak negaranya bisa menjalin kerja sama erat dengan Iran yang bebas dan demokratis. Menurut Bush, saat ini Iran adalah sandera para pemimpin agama yang mengisolasi dan menekan rakyatnya.

Mengenai politik dalam negeri, Bush membenarkan tindakan pengawasan juga tanpa izin pengadilan, yang menurutnya perlu dilakukan untuk menghindari serangan teror baru. Ia mengimbau Kongres untuk memperpanjang ‘Patriot Act’, UU Anti Teror yang oleh para pengkritik dipandang sebagai serangan terhadap hak warga negara. Sementara pada bagian politik lingkungan, Bush memperingatkan bahaya ketergantungan yang terlalu besar kepada minyak bumi.

George W. Bush: "Di sini kita menghadapi masalah serius, Amerika ketagihan minyak bumi yang sering kali diimpor dari kawasan yang tidak stabil. Cara terbaik untuk melepaskan diri dari ketergantungan ini adalah lewat teknologi."

Presiden AS mengumumkan penanaman modal baru dalam energi alternatif, pembangkit listrik tenaga batu bara yang bersih dan dalam instalasi nuklir. Dengan cara ini AS ingin mengurangi 75 erpsen impor minyak dari Kawasan Timur Tengah dalam dua dekade mendatang.

Namun, tepuk tangan paling meriah dari hadirin bukan ditujukan bagi pidato sang presiden, melainkan pada undangan khusus Kongres, keluarga dari tentara yang baru-baru ini tewas di Irak.